Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Deretan Kampus Terbaik di Indonesia, Siapa Juaranya?

Koran SINDO , Jurnalis-Kamis, 07 Februari 2019 |10:04 WIB
Deretan Kampus Terbaik di Indonesia, Siapa Juaranya?
Ilustrasi: Foto Shutterstock
A
A
A

Sekretaris Direktur Direk torat Sistem dan Sumber Daya Informasi (DSSDI) UGM Triyogatama Wahyu Widodo menambahkan, ada empat indikator penilaian Webometric meliputi presence, impact, openness, dan excellence. Presence yang diukur berdasar jumlah website di UGM, termasuk subdomainnya. Lalu impact dinilai dari jum lah backlink dari website luar.

Berikutnya openness diukur berdasar jumlah file Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps, .eps), Microsoft Word (.doc, .docx) dan Microsoft Powerpoint (.ppt, .pptx) yang bisa diakses dan terhu bung dengan domain website universitas.

Terakhir excellence yang dinilai berdasar jumlah artikel publikasi ilmiah karya civitas academica UGM yang terindeks pada jurnal internasional bereputasi tinggi. Dari empat indikator ini, impact yang paling besar bobotnya, yakni mencapai 50%.

“Ini menandakan website UGM banyak menjadi rujukan di website lain,” tambahnya.

Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristek Dikti Ismunandar sangat mengapresiasi prestasi yang diraih salah satu kampus yang berstatus berbadan hukum tersebut.

“Tentu kita ikut berbangga dan mengucapkan selamat. Semoga karya dan inovasi terus meningkat,” katanya kemarin.

Guru besar termuda ITB itu menjelaskan, capaian prestasi dunia itu berhasil diraih tentu karena tidak terlepas dari sumber daya yang dimiliki. Dia mengatakan, berbagai karya publikasi internasional hingga inovasi riset yang dimiliki turut mengantar penghargaan tersebut. Ismunandar optimistis perguruan tinggi lain, baik negeri ataupun swasta, pun bisa mendapat prestasi kelas dunia juga.

“Tentu dengan strategi yang tepat sehingga karya-karya nya yang nyata dapat segera naik peringkat juga,” katanya.

Ismunandar menekankan, pada intinya pemerintah terus dan akan mendorong setiap perguruan tinggi untuk merealisasi visi dan misi masingmasing.

Dia menjelaskan, tidak semua kampus memiliki visi misi menjadi world class university. Sebab yang tidak kalah penting adalah ada kampus yang unggul dalam pembelajaran ataupun di pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu anggota Komisi X DPR Ferdiansyah juga menyampaikan selamat kepada UGM atas prestasi yang diraih. Ferdi berharap prestasi internasional yang diraih UGM akan memacu kampus-kampus lain di Indonesia untuk meraih peng hargaan serupa ataupun yang lebih baik.

Dia berpendapat, agar semakin banyak kampus lain yang meraih penghargaan, harus ada kebijakan khusus dari Kemenristek Dikti. Caranya Kemenristek Dikti memilih kampus mana yang berpotensi bisa masuk 500 besar dunia.

“Jadi kita bisa ada acuan kampus mana yang bisa dibina dan dibimbing untuk bisa masuk 500 besar dunia dalam beberapa tahun mendatang,” katanya.

Ferdi menjelaskan, perguruan tinggi yang ditunjuk itu bisa dilihat dari kriteria berapa lulus an yang dihasilkan, berapa jumlah doktor, seberapa tinggi kualitas publikasi yang dihasilkan, dan kriteria lain yang ditentukan.

Namun pembinaan ini tidak bisa dilihat hasilnya dalam kurun waktu 1-2 tahun. Menurut dia, bisa saja pemerintah menargetkan dalam jangka waktu lima tahun sudah ada hasil yang bisa didapatkan. (Priyo Setyawan/Neneng Zubaidah)

(Rani Hardjanti)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement