Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kita Muda, Kita Peduli

Opini , Jurnalis-Selasa, 18 Desember 2018 |18:05 WIB
Kita Muda, Kita Peduli
Commuter Line (Foto: Vericka Puspita)
A
A
A

DALAM beraktivitas sehari-hari kita tentunya sering kali berpergian ke luar rumah. Tidak sedikit orang yang harus berpergian dari satu tempat ke tempat lainnya dengan rentan waktu yang berdekatan. Untuk memenuhi kebutuhan ini, tentu saja dibutuhkan transportasi yang memang memudahkan agar kita dapat berpergian dengan cepat. Di kota besar seperti Jakarta, kemacetan sudah menjadi hal yang umum. Kita tidak bisa hanya mengandalkan kendaraan pribadi saja. Malahan banyak orang yang memilih untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi mereka untuk beraktivitas seperti ke kantor, kampus, atau tempat lainnya. Tidak hanya memakan waktu karena lebih lama di perjalanan, tetapi juga uang yang di habiskan untuk kebutuhan bensin kendaraan pribadi mereka.

Dalam keadaan macet tentu saja bensin sangat dibutuhkan dan cenderung lebih cepat habis alias boros. Sebagai mahasiwa mahasiswi, kebanyakan dari kita sangat menjaga pengeluaran kita karena tentu saja kita harus mengatur pemasukan dan pengeluaran uang dengan baik. Kita tidak mau uang jajan habis hanya untuk biaya bensin, karena keperluan seorang mahasiswa atau mahasiswi pastilah banyak. Tidak hanya keperluan kuliah saja tetapi sebagai anak kuliahan tentu kita punya kebutuhan di luar itu seperti nongkrong, make up untuk perempuan, makan sehari-hari di kampus dan lifestyle seperti perawatan kecantikan yang dilakukan secara rutin cukup menguasai agenda pengeluaran mahasiswa.

Tidak hanya bagi mahasiswa atau mahasiswi saja, pada dasarnya setiap kita memiliki keperluan yang begitu beragam. Maka dari itu banyak orang yang lebih memilih untuk menggunakan transportasi umum, seperti kereta api salah satunya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang dikeluarkan pada bulan September 2018, total pengguna kereta api JABODETABEK tahun 2018 mencapai angka 195 juta orang. Hal ini menunjukan bahwa setiap hari masih banyak orang yang memilih kereta sebagai transportasi sehari-hari mereka. Tidak heran setiap hari, khususnya jam-jam tertentu seperti pagi hari ketika orang-orang berangkat kerja dan sore hari ketika pulang kerja gerbong-gerbong kereta bisa sangat penuh sampai di dalamnya terlihat begitu sesak.

Kereta bisa sampai terlihat miring akibat banyaknya penumpang di dalam. Pada weekend pun kereta tetap masih penuh. Walaupun orang-orang sudah tahu bahwa kereta sepenuh itu, mereka tetap memilih naik kereta karena memang dengan menggunakan kereta api kita dapat lebih hemat waktu karena terhindar dari kemacetan jalan dan juga hemat uang tentunya karena tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk berpergian ke tempat-tempat yang berbeda.

Pada awal perkenalan pola loopline pada tahun 2011, KRL Jabodetabek memiliki 6 jalur dan 8 relasi. Berdasarkan informasi dari Wikipedia saat ini jumlah tersebut bertambah menjadi 6 jalur dan 13 relasi yang melayani seluruh wilayah Jabodetabek dan Lebak. Jalur-jalur yang ada memudahkan penumpang pergi dari satu tempat menuju berbagai tempat lainnya hanya dengan menggunakan kereta. Berbagai fasilitas disediakan oleh P.T. Kereta Api Indonesia untuk melayani para penumpang dengan semaksimal mungkin. Mulai dari fasilitas di setiap stasiunnya seperti mini market, gerai makanan yang sangat berguna ketika pagi-pagi orang tidak sempat makan bisa beli di stasiun langsung. Di beberapa stasiun kereta api besar seperti stasiun Bogor, stasiun transit Manggarai, stasiun Tanah Abang, stasiun Jakarta Kota yang memang cukup luas sehingga terdapat restoran-restoran bukan hanya gerai makanan saja.

Dari sisi pelayanan yang lain seperti banyaknya petugas kereta yang berjaga di setiap gerbong. Para petugas kereta ini menjaga atas keselamatan penumpang dan selalu berusaha agar kenyamanan penumpang terjaga. Tidak sedikit peristiwa-peristiwa kejahatan yang gagal terjadi akibat adanya petugas kereta. Tetapi tidak semua juga dapat dicegah, masih ada kejahatan yang terjadi di dalam kereta atau di sekitar stasiun kereta. Para petugas kereta api pun berjaga di pintu penyebrangan antara satu jalur dengan yang lainnya. Memastikan bahwa jalur aman untuk disebrangi.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement