Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fenomena Post Truth di Era Derasnya Informasi

Andrea Heschaida Nugroho , Jurnalis-Kamis, 15 November 2018 |18:27 WIB
Fenomena <i>Post Truth</i> di Era Derasnya Informasi
Universitas Tarumanagara (Foto: Andrea/Okezone)
A
A
A

“Headlines itu menjebak dan mencari sensasi. Ada saya pernah lihat YouTube atau berita judulnya lain dengan isinya,” ungkapnya.

Nezar juga menceritakan bagaimana aplikasi sosial media terutama WhatsApp sangat efektif dalam penyebaran hoax hingga memakan korban di Meksiko.

untar

“Dan, WhatsApp jauh lebih efektif dalam penyebaran hoax, dan dampaknya juga luar biasa ada yang positif, ada yang negatif. Seperti kita begitu banyak dengar yang negatif, seperti pemberitaan BBC satu pekan yang lalu, tentang dampak penyebaran isu penculik anak di Meksiko yang mengakibatkan dua orang tidak bersalah dibakar hidup-hidup,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Universitas Tarumanagara mengangkat tema Etika Komunikasi Bisnis di Era Kontemporer, karena hak publik untuk mendapatkan informasi yang benar sering tidak diindahkan dalam hal politik, ekonomi, dan budaya, juga banyaknya hoax yang beredar karena kurangnya etika berkomunikasi.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement