Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pendidikan di Singapura Tinggalkan Sistem Peringkat di Kelas

Vanni Firdaus Yuliandi , Jurnalis-Rabu, 17 Oktober 2018 |15:32 WIB
Pendidikan di Singapura Tinggalkan Sistem Peringkat di Kelas
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Menteri Pendidikan Singapura Ong Ye Kung mengatakan, sistem pendidikan Singapura tahun ini akan berubah dengan mengurangi fokus akademik siswanya dan lebih fokus kepada pengembangan diri dari siswanya tersebut.

“Mengurangi fokus akademik dengan tidak terlalu berlebihan mengejar nilai. Lebih membantu siswa-siswa untuk mempersiapkan tantangan dunia kedepan pasti akan sangat kompleks dan tentunya akan menjadi pembelajaran seumur hidupnya pada tahun 2020,”ujarnya yang dikutip Okezone dari video resmi di Facebook World Economic Forum, Rabu (17/10/2018).

Baca Juga: Milenial, 11 Pertanyaan Ini Perlu Dijawab Sebelum Usia 30

Ong Ye menambahkan, keterampilan kerja yang dibutuhkan saat ini akan terlihat sangat berbeda, misalnya seperti kemampuan soft skills.

“Keterampilan kerja yang penting saat ini yaitu mengasah softskills seperti kreativitas atau kepemimpinan. Karena hal tersebut kemungkinan akan meningkat jika penting atau banyak orang yang mencari. Sehingga karyawan akan membutuhkan tambahan 101 hari pelatihan ulang dan peningkatan keterampilan pada tahun 2022,” ucapnya

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement