Share

Jauhi Praktek Perjokian, Kemenristekdikti: Etika Akademik Harus Ditegakkan

Taufik Fajar, Okezone · Kamis 02 Agustus 2018 14:42 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 02 65 1930827 jauhi-praktek-perjokian-kemenristekdikti-etika-akademik-harus-ditegakkan-ju4g4ZawPE.jpg Ujian Penerimaan Mahasiswa Baru (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penerimaan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta, dinodai dengan ditemukannya praktik perjokian. Fenemona ketidakjujuran itu mengejutkan banyak pihak, mengingat seleksi masuk adalah salah satu penyaringan berdasarkan kompetensi seorang calon mahasiswa.

Sekertaris Jendral (Sekjen), Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Ainun Na'im menilai, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tentu sudah menangani kasus perjokian tersebut.

"Perjokian itu kewenangan universitas. Saya yakin pihak UAD sudah mengecek dan mengingatkan mahasiswanya, agar menegakkan nilai-nilai etika akademik," ujar Ainun kepada wartawan di hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis (2/8/2018).

Pelaksanaan Ujian SBMPTN 2018 di Sejumlah Daerah di Tanah Air

Dia juga berpesan, agar perjokian itu tidak terjadi di universitas lainnya. Maka dari itu, etika akademik harus ditegakkan.

"Artinya etika akademik harus ditegakkan dari negeri maupun swasta," ungkapnya.

Sebelumnya, perjokian mewarnai penerimaan mahasiswa baru (PMB) di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Hal ini diketahui saat ujian seleksi masuk Fakultas Kedokteran (FK) UAD, gelombang III, di mana panitia mengamankan sembilan peserta yang diduga menggunakan joki, Minggu 29 Juli 2018, lalu.

Pelaksanaan Ujian SBMPTN 2018 di Sejumlah Daerah di Tanah Air

Joki tersebut tidak mengikuti ujian, melainkan memandu dari luar dengan alat audio dan suara yang sudah direkayasa untuk mengirimkan jawaban kepada peserta. Untuk kepentingan itu, setiap peserta memakai chip yang dipasang di telinga sebagai alat komunikasi serta ponsel pintar untuk memotret soal dan dikirimkan kepada joki. Kemudian sang joki mengirimkan jawabannya melalui alat komunikasi tersebut.

Panitia juga mengamankan beberapa peralatan alat komunikasi sebagai barang bukti, seperti earpiece, aki, pemancar sinyal ke earpiece, gawai, jaket, tas, dan mini kamera. "Sembilan peserta tertangkap melakukan kecurangan dengan membawa alat-alat yang di larang dibawa saat ujian," kata Kepala Biro Akademik dan Admisi (BAA) UAD Wahyu Widyaningsih saat ungkap kasus perjokian kemarin.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini