MELAWI - Pemerintah saat ini terus berupaya pemerataan pembangunan infrastruktur di bidang kesehatan dan pendidikan. Diharapkan, pembangunan itu menyentuh daerah pedalaman di Kalimantan Barat.
Pasalnya di sana, terdapat sekolah dengan kondisi bangunan yang riskan. Contohnya Sekolah Dasar Negeri (SDN) 06 di Desa Tekelak, Kecamatan Pinoh Utara, Kabupaten Melawi. Sekolah ini kekurangan ruangan untuk kegiatan belajar mengajar. Terpaksa ruangan guru yang sudah reyot dan tak layak pakai itu kembali difungsikan menjadi ruang kelas.
"Sebetulnya ruangan ini sudah tidak layak pakai. Namun masih digunakan untuk ruang kelas satu. Ini terpaksa, karena ruang kelas di sekolah ini masih kurang," kata Kepala Desa Tekelak, Tambi Mas Taufik kepada sejumlah wartawan, baru-baru ini.
(Baca juga: Kemristekdikti Kucurkan Rp1,3 Triliun untuk Dana Penelitian)
Taufik mengatakan, kondisi tersebut terjadi sejak lama dan masih berlangsung hingga saat ini. Mereka terpaksa memanfaatkan bangunan yang ada sambil menunggu perhatian pemerintah. Ia menerangkan, awalnya setelah ruangan guru tersebut reyot, para guru dipindahkan ke salah satu ruang kelas. Sedangkan murid-murid yang tadinya belajar di ruang kelas itu, dipindahkan untuk menempati ruangan yang reyot.