WAMENA - Para mahasiswa asli Papua yang menempuh pendidikan tinggi di seluruh Indonesia memberikan bantuan berupa payung sebagai upaya mendukung para pedagang atau biasa dikenal dengan mama pedagang di Papua.
Koordinator relawan 500 payung wilayah Wamena, Helena Kobogaow, mengatakan, payung tersebut nantinya untuk digunakan para mama Papua saat berdagang. Payung itu, kata Helena, dipakai agar terhindar dari panas dan hujan saat melakukan aktivitas perekonomian seperti berdagang.
"Kami lihat selama ini sebagian pedagang Papua berjualan di emperan toko, pinggiran jalan tanpa terlindungi dari panas dan hujan sehingga kita lakukan gerakan 500 payung untuk dibagikan di beberapa kabupaten di Papua dan Papua Barat," kata Helena, baru-baru ini.
Inisiasi dari mahasiswa tersebut membawa harapan agar bantuan yang diberikan untuk mama-mama tersebut bisa memotivasi mereka dalam menggeluti usahanya.
"500 payung ini akan dibagi kepada mama-mama di Sorong, Manokwari, Nabire, Dogiyai, Paniai, Derai, Intan Jaya, Jayapura, Serui, Waropen dan Wamena, sedangkan untuk tahap pertama di Jayawijaya mendapat 24 payung," lanjutnya.