Untuk kualitas pun tidak perlu diragukan lagi, karena praktik koas ini dipantau langsung oleh dokter gigi profesional. “Biaya perawatan jauh lebih murah hingga 50-80% dibanding dokter gigi, tetapi kualitas tetap terjamin karena semua tahapan perawatan yang dilakukan koas terus dipantau dokter gigi profesional,” jelasnya.
Sementara itu, menurut Silva, terciptanya aplikasi ini karena keprihatinan akan minimya jumlah dokter gigi di Indonesia.
“Lambatnya perguruan tinggi menghasilkan lulusan dokter gigi salah satunya karena keterlambatan dalam pendidikan profesi dokter gigi. Normalnya pendidikan profesi ditempuh 1,5-2 tahun, tetapi hampir 50% mahasiswa menempuh pendidikan ini lebih lama,” tuturnya.
Harapannya, aplikasi ini nantinya bisa memberikan kemudahan bagi koas dan pasiennya. “Serta mengatasi lambatnya pendidikan profesi dokter gigi karena ketidaksesuaian jadwal keduanya,” tambahnya. (afr)
(Susi Fatimah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik