Share

Dana BOS Terlambat Cair, Kepala Sekolah Terpaksa Utang

Iradhatie Wurinanda, · Kamis 23 Maret 2017 12:39 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 23 65 1649883 dana-bos-terlambat-cair-kepala-sekolah-terpaksa-utang-s8uOGAf4ge.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Penyelenggaraan ujian di sekolah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sayangnya, adanya pelimpahan pengelolaan pendidikan menengah ke tingkat provinsi justru menyebabkan kendala, seperti belum cairnya dana bantuan operasional sekolah (BOS) di sejumlah SMA/SMK.

Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti membeberkan, akibat terlambat cair, beberapa kepala sekolah sampai harus berutang untuk menyelenggarakan ujian praktik, US, USBN, dan UN. Kondisi ini tentu menjadi beban yang berat bagi sekolah.

"FSGI menerima laporan tentang dana BOS yang belum cair setelah era perpindahan menjadi di bawah pemerintah provinsi. sehingga kepala sekolah terpaksa harus mencari dana talangan," ujarnya dalan siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (23/3/2017).

Kebutuhan dana sekolah, lanjut Retno, makin besar akibat adanya ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Sebab, sekolah harus memastikan pemenuhan komputer dan peralatan bagi siswanya.

"Dirasakan lebih berat lagi karena pelaksanaan UNBK mengakibatkan sekolah berjuang berat untuk memenuhi peralatan dan perlengkapan komputer untuk ujian," ucapnya.

Selain masalah dana BOS, ujian tingkat SMA/SMK tahun ini juga diwarnai dengan bocornya soal USBN. Menurut Retno, tindakan ini dilakukan bukan oleh sekolah atau guru, melainkan oknum bimbingan belajar (bimbel).

"Ujian sekolah (US) dan USBN dilaksanakan secara bersamaan, namun US tidak mengalami kebocoran. US dibuat guru sekolah yang bersangkutan, disusun dan dipersiapkan dalam waktu yang cukup. Tidak pernah ada cerita bahwa seorang guru akan membocorkan soal yang dibuatnya sendiri," imbuhnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini