Rektor Unpar Bangga Mahasiswinya Berhasil Taklukkan Gunung di Antartika

Oris Riswan, Okezone · Jum'at 03 Februari 2017 11:44 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 03 65 1608444 rektor-unpar-bangga-mahasiswinya-berhasil-taklukkan-gunung-di-antartika-O5yJiHgJGa.jpg Foto: Oris Riswan/Okezone

BANDUNG - Rektor Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Mangadar Situmorang mengungkap rasa bangganya atas pencapaian dua mahasiswinya yang berhasil menaklukkan Gunung Vinson Massif di Antartika belum lama ini.

Mereka adalah Fransiska Dimitiri Inkiriwang (Didi) dan Mathilda Dwi Lestari (Hilda) yang tergabung dalam misi The Women of Indonesia's Seven Summits Expedition Mahitala Universitas Katolik Parahyangan (WISSEMU).

"Secara khusus Unpar menyampaikan rasa bangga sekaligus terharu pada Didi dan Hilda atas prestasi mencapai Gunung Vinson Massif yang merupakan puncak ke lima dari tujuh puncak (gunung tertinggi di tujuh benua) yang akan diraih," kata Mangadar di Kampus Unpar, Kota Bandung, belum lama ini.

Ia mengakui butuh perjuangan luar biasa untuk bisa sampai di puncak Gunung Vinson Massif, termasuk empat gunung yang sudah ditaklukkan sebelumnya yaitu Gunung Cartensz Pyramid (Papua), Gunung Elbrus (Rusia), Gunung Kilimanjaro (Afrika), dan Gunung Aconcagua (Argentina).

"Prestasi yang luar biasa itu hanya bisa diraih dengan konsistensi dan kegigihan, serta perjuangan pantang menyerah," ungkapnya.

Mangadar mengatakan, kesuksesan Didi dan Hilda menjadi bukti bahwa perempuan Indonesia adalah perempuan tangguh. Pencapaian mereka diharapkan menjadi inspirasi bagi perempuan lainnya untuk mencapai kesuksesan dalam segala bidang.

"Mereka adalah perempuan-perempuan tangguh yang bisa menunjukkan bahwa para wanita Indonesia memiliki potensi yang luar biasa untuk leading, leadership, kepeloporan, kejuangan, dan itu sudah ditunjukkan oleh Hilda dan Didi," tuturnya.

Secara pribadi, Mangadar mengaku memiliki kekhawatiran melihat dua mahasiswinya menjalankan misi berat mendaki tujuh puncak gunung tertinggi di tujuh lempeng benua. Selain karena mereka perempuan, postur mereka juga terbilang kurang ideal untuk menempuh perjalanan berat itu.

Tapi Didi dan Hilda berhasil memupus kekhawatiran sang rektor. Keduanya sukses melakoni lima perjalanan berat dan kini tinggal menyisakan dua misi tersisa yaitu menaklukkan Gunung Everest di Nepal dan Gunung Denali di Alaska.

"Yang luar biasa spiritnya mereka. Keteguhan, kegigihan, itu yang saya kira jadi kekuatan utama mereka, dan kami sangat bangga dengan pencapaian mereka itu," ucapnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini