BANDUNG - Rasa bangga diungkapkan Wahyu Chrismadjati (53), orangtua Mathilda Dwi Lestari (23). Mathilda merupakan satu dari dua mahasiswi Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) yang akan menaklukkan tujuh gunung tertinggi di tujuh lempeng benua.
Setelah selesai menaklukkan empat gunung, kini Mathilda bersama Fransiska Dimitri Inkiriwang bersiap menaklukkan gunung kelima yaitu Vinson Massif di Antartika.
Sebagai orangtua, kebanggaan yang dirasa sangat besar. Apalagi jika kelak Mathilda mampu menyelesaikan misi menaklukkan tujuh gunung.
Pencapaian itu akan jadi catatan manis. Sebab keduanya akan mencatatkan diri sebagai dua perempuan pertama dari Asia Tenggara yang berhasil jadi sang penakluk tujuh gunung di tujuh lempeng benua.
Tapi hati Wahyu tak bisa berbohong. Rasa bangga itu bercampur dengan perasaan khawatir.
"Saya enggak menyangka dia (Mathilda) bisa ikut seperti ini. Kalau ditanya perasaan orangtua, rasa khawatir itu pasti ada," kata Wahyu di Kampus Unpar, Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung, belum lama ini.
Dari empat perjalanan sebelumnya, Wahyu mengaku terus memantau perkembangan sang anak dan rekannya. Bahkan ada kekhawatiran ketika pendaki ketiga yaitu Dian Indah Carolina (21) sakit saat mendaki Gunung Aconcagua di Argentina.