JAKARTA – Ospek sejatinya merupakan kegiatan yang lumrah dilalui oleh mahasiswa baru (maba). Sayangnya, kegiatan ini sering disalahgunakan oleh senior untuk melakukan perpeloncoan. Bahkan, beberapa kasus mengandung tindak kekerasan sampai menimbulkan korban jiwa.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unika Atma Jaya, Kristianto Halomoan, mengatakan kegiatan ospek merupakan tanggung jawab universitas. Sehingga, pengawasan harus dilakukan meski turut melibatkan mahasiswa.
"Kegiatan ospek di Unika Atma Jaya dipegang oleh kampus. Memang ada keterlibatan mahasiswa dan BEM, tetapi dalam hal pelaksanaan teknis," tuturnya kepada Okezone, belum lama ini.
Untuk mencegah tindak perpeloncoan, pihaknya juga melakukan simulasi proposal. Sehingga jika ada kegiatan di luar kampus perlu dilihat kontennya seperti apa. Jangan sampai menimbulkan kontak fisik yang bernuansa kekerasan.
"Bentuknya monitoring. Setelah ospek universitas nanti mereka ikut pengenalan lagi di tingkat fakultas. Kegiatan itu diawasi oleh dekan," sebutnya.