Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

MOS Proses Awal Pembelajaran di Sekolah

Iradhatie Wurinanda , Jurnalis-Senin, 18 Juli 2016 |09:04 WIB
MOS Proses Awal Pembelajaran di Sekolah
Foto: Dok. Okezone
A
A
A

JAKARTA - Selama ini masa orientasi siswa (MOS) selalu identik dengan memakai berbagai atribut, seperti topi dari karton, kuncir rambut lebih dari dua, pita warna-warni, dan lain sebagainya. Tak jarang MOS juga menyebabkan tindak kekerasan atau bullying oleh siswa senior kepada adik kelasnya.

Mulai tahun ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan dengan tegas melarang adanya MOS untuk siswa baru. Konsep MOS kini menjadi pengenalan lingkungan sekolah (PLS) dan dilakukan oleh para guru sebagai pengajar.

Pengamat pendidikan, M Abduhzen menyebut, MOS merupakan salah satu program sekolah yang tidak terlepas dari proses awal pembelajaran. Oleh sebab itu, dalam MOS perlu ada kegiatan yang edukatif.

"Bahwa kegiatan MOS tentu tidak bisa dihapus, tetapi bagaimana kegiatan ini diselenggarakan dengan benar. MOS ini tanggung jawab kepala sekolah dan guru," ujarnya saat dihubungi Okezone, belum lama ini.

Abduhzen menjelaskan, banyak materi edukatif yang dapat diberikan sekolah selama MOS. Pertama, mengenal lingkungan fisik sekolah. Kemudian pengenalan terhadap guru-guru.

"Bisa juga dijelaskan tentang kurikulum dan gaya belajar. Karena gaya belajar peserta didik berbeda di setiap jenjang. Misalnya, saat SD mungkin masih model klasikal, tetapi SMP mereka sudah ada spesialisasi per mata pelajaran. Nanti SMA berbeda lagi," ucapnya.

Salah satu anggota Dewan Pembina Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) itu menambahkan, MOS juga dapat menjadi ajang para siswa untuk mendapat edukasi mengenai pemahaman kekerasan dalam pendidikan. Bully, kata Abduhzen, menjadi penting untuk disampaikan beserta bentuk, penyebab, dan cara menghadapi bully.

"MOS ini harus dijadikan bagian dari proses awal pembelajaran. Banyak yang bisa diberikan selama tiga hari itu. Motivasi atau hal-hal praktis juga bisa ditambahkan dalam materi MOS. Tak perlu ada tindak kekerasan," pungkasnya. (ira)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement