SURABAYA - Puluhan mahasiswa dari tiga Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Surabaya terkena sanksi drop out (DO). Masa belajar mereka selama tujuh tahun dinyatakan habis dengan berbagai penyebab.
Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Prof Joni Hermana di Surabaya, Senin, mengatakan DO dialami mahasiswa akhir, namun sejumlah mahasiswa baru pun menyatakan keluar dari ITS hampir 10 persen.
"Ada sekitar 350 mahasiswa yang mengundurkan diri dan keluar secara tiba-tiba. Di ITS biasanya mereka diterima di instansi atau perguruan tinggi lain, seperti Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), kuliah luar negeri atau perusahaan yang sudah menjamin karier mereka," katanya, seperti dilansir Antara, Senin (11/7/2016).
Tidak berbeda jauh dengan mahasiswa baru, Joni menambahkan, mahasiswa lama pun banyak yang DO karena tidak mampu menyelesaikan masa jangka waktu kuliah. Namun jumlah tersebut tidak begitu banyak dibandingkan dengan jumlah mahasiswa baru yang keluar lebih dulu.