Enggak Takut Dibilang Banci?"" />
SEMARANG - Sejumlah peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 mengikuti ujian praktik menari di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Tak hanya diuji kemampuan menari, peserta juga harus menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan tiga penguji.
"Kamu enggak takut dibilang banci?" tanya seorang penguji kepada peserta laki-laki yang baru saja menampilkan Tari Semarangan di Kampus FBS Unnes, Rabu (1/6/2016).
Meski bisa menampilkan gerakan Tari Semarangan dengan baik saat menjalani ujian keterampilan SBMPTN 2016, pertanyaan tersebut mengagetkan Kristiyanto Nugroho. Pemuda asal Pati Jawa Tengah itu terdiam sebentar sebelum menjawab pertanyaan penguji.
"Enggak takut (dibilang banci). Karena saya ingin melestarikan seni tari, dan seni itu tidak terbatas pada perempuan, tapi juga bisa dilakukan laki-laki," katanya mantap di depan tiga penguji ujian keterampilan SBMPTN 2016.
Pelajar jurusan IPS yang baru saja menyelesaikan pendidikan di salah satu SMA di Pati itu menegaskan, mulai tertarik kepada seni tari sejak masih kanak-kanak. Menurutnya, darah seni itu diturunkan dari ibunya yang juga mengajarkan tari bagi pelajar.
"Ibu saya guru tari. Meski saya enggak tahu persis lokasi mengajarnya ada di mana, karena saya tidak tinggal dengan beliau, namun dari cerita-cerita ibu saya adalah guru tari. Saya ingin meneruskan profesi ibu saya itu, makanya mendaftar masuk ke jurusan ini (seni tari)," terangnya kepada tiga penguji.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik