Binus sendiri merasa senang dipercaya pemerintah untuk membuka program profesi insinyur mulai tahun ajaran baru mendatang. Pasalnya, hanya 40 universitas di Indonesia yang diberi mandat tersebut. Di sisi lain, kata Harjanto, bukan hal yang mudah menyiapkan program insinyur secara cepat, namun dengan standar dan kualitas yang mumpuni.
"Kami boleh berbahagia karena dipercaya melalui mandat ini. Tetapi, mandat itu berarti kerja keras. Dosen para program insinyur bukan dosen biasa karena mereka juga merupakan insinyur profesional. Saat ini Binus mengejar untuk menyelesaikan fasilitas yang dibutuhkan, pengajar, hingga melengkapi kurikulum," tuturnya.
Terkait jumlah mahasiswa yang akan diterima, lulusan sarjana Teknik Elektro Universitas Dipenogoro (Undip) tersebut menjelaskan, harus menghitung dan membicarakan lebih lanjut. Sebab, jangan sampai jumlah mahasiswa tidak sebanding dengan kemampuan Binus.
"Jumlah sarjana teknik banyak, yang mau lulus juga banyak. Pemerintah sendiri dalam memberi mandat kepada swasta itu tidak diberi bantuan dana. Sehingga harus dipikirkan Binus mampunya menerima berapa mahasiswa. Juga disesuaikan dengan apa yang kami punya. Misalnya, di sini ada teknik industri, sipil, komputer, dan teknologi pangan. Sementara kami tak punya jurusan teknik peternakan, jadi untuk insinyurnya tidak bisa. Yang penting menyiapkan semuanya dengan teliti dan penuh kesungguhan," pungkasnya. (ira)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik