Share

Kemristekdikti Fokus Dongkrak Mutu Dosen

ant, · Jum'at 22 Januari 2016 09:47 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 22 65 1294292 kemristekdikti-fokus-dongkrak-mutu-dosen-IkNx5Cx6Dz.jpg Kemristekdikti akan mendongkrak mutu para dosen. (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA – Kualitas pengajar Indonesia, baik di sekolah maupun di perguruan tinggi, masih menjadi perhatian berbagai pihak. Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) pun tidak memandang isu ini sebelah mata.

Dirjen Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Kemristekdikti Ali Ghufron Mukti mengatakan, tahun ini program-program Kemristekdikti akan fokus pada peningkatan kualitas dosen.

"Penelitian akan bagus kalau yang mendidiknya juga bagus, sehingga daya saing bangsa menjadi tinggi, sehingga upaya mencapai kesejahteraan itu semakin dekat," ujar Ghufron.

Dia menambahkan pihaknya melakukan beberapa langkah untuk meningkatkan kualitas dosen yakni meningkatkan kapasitas dosen dengan memberikan beasiswa kepada para dosen.

"Tahun lalu, terdapat 12.005 dosen yang kami berikan beasiswa baik di dalam maupun luar negeri. Tahun ini, kami berencana meningkatkan beasiswa bagi para dosen.," tambah dia.

Selain itu, pihaknya juga mengundang sejumlah dosen dari luar negeri untuk berbagi pengalaman dengan para dosen di Tanah Air.

"Kami juga meminta tenaga-tenaga ahli di sejumlah Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) maupun praktisi untuk mengajar. Kami memberikan Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK) bagi para dosen seperti itu," papar dia.

NIDK akan diberikan kepada dosen yang diangkat perguruan tinggi berdasarkan perjanjian kerja. Persyaratan yang harus dipenuhi adalah telah diangkat sebagai dosen oleh perguruan tinggi berdasarkan perjanjian kerja, memiliki kualifikasi akademik, sehat jasmani dan rohani, serta tidak terlibat dalam penyalahgunakan narkotika.

"NIDK yang beberapa waktu lalu diluncurkan juga bertujuan untuk mengurangi masalah kekurangan dosen," imbuh Ghufron.

Sebelumnya, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir mengatakan, 39 ribu dosen di Tanah Air masih lulusan strata satu atau sarjana. Dosen-dosen dengan gelar sarjana itu tidak hanya mengajar di perguruan tinggi swasta, tetapi juga di perguruan tinggi negeri seperti yang terjadi di sejumlah politeknik maupun akademi kesehatan yang berdiri sebelum 2012. Rendahnya pendidikan para dosen tersebut, akan berdampak pada kemajuan dan kualitas perguruan tinggi di Tanah Air. (afr)

Follow Berita Okezone di Google News

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini