Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Penyebab SGRC UI Tiba-Tiba Tak Diakui

Rifa Nadia Nurfuadah , Jurnalis-Jum'at, 22 Januari 2016 |08:43 WIB
Ini Penyebab SGRC UI Tiba-Tiba Tak Diakui
Inilah alasan SGRC tidak diakui. (Foto: Dok. Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Universitas Indonesia (UI) bereaksi keras terhadap aktivitas sekelompok mahasiswa dan alumni mereka yang menamakan diri Support Group and Resource Center On Sexuality Studies (SGRC). Kelompok pendukung dalam berbagai masalah seksual, termasuk lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) ini dituding menggunakan nama dan lambang UI tanpa izin dan bukan bagian resmi almamater jaket kuning tersebut.

Salah satu pemicu kerasnya sikap UI diduga adalah poster kegiatan konseling yang disebar SGRC secara elektronik. Poster bertajuk “Peer Support Network” tersebut menampilkan testimoni empat mahasiswa dan alumni UI yang secara terbuka menyatakan diri sebagai kaum LGBT. Keempatnya pun bersedia menjadi tempat “curhat” bagi siapa saja yang mengalami kondisi serupa dengan mereka. Setelah poster itu ramai atensi di dunia maya pada 20 Januari, UI pun mengeluarkan sikap resmi melalui website universitas.

Chairperson SGRC UI, Prameswari Noor menjelaskan, LGBT Peer Support Network ini hanya salah satu dari sekian banyak kegiatan SGRC UI. “Kegiatan konseling itu tidak bermuatan politik. Dan jawaban yang kami sajikan juga disajikan dari berbagai perspektif,” kata Prameswari dalam keterangan tertulis kepada Okezone, Jumat (22/1/2016).

Mahasiswi Fakultas Psikologi UI itu menjamin, para konselor tidak mendoktrin siapa pun yang menjalani konseling. Sebaliknya, para konselor tersebut membantu mereka mencari solusi paling baik dan sesuai hati nurani.

“SGRC UI bukan kelompok LGBT saja, kami adalah kelompok belajar yang mengkaji topik-topik gender dan seksualitas,” tegasnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement