Rektor: LGBT Tak Sesuai Karakter Pendidikan Unsoed

ant, · Senin 22 Februari 2016 18:04 WIB
https: img.okezone.com content 2016 02 22 65 1318280 rektor-lgbt-tak-sesuai-karakter-pendidikan-unsoed-QIiZiUe1DY.jpg Pelangi menjadi simbol pergerakan kaum LGBT di dunia. (Foto: shutterstock)

PURWOKERTO - Fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) menjadi fokus perhatian masyarakat, terutama karena telah memasuki wilayah pendidikan. Bagi Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Achmad Iqbal, perilaku LGBT tidak sesuai dengan karakter pendidikan di kampus yang dipimpinnya tersebut.

"Karakter Unsoed berbeda dengan perguruan tinggi lain karena menyesuaikan karakter Jenderal Soedirman," kata Iqbal di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, seperti dilansir Antara, Senin (22/2/2016).

Menurut Iqbal, Jenderal Soedirman memiliki karakter pantang menyerah, jujur, apa adanya, membela yang benar, dan mengikuti peraturan yang berlaku. Oleh karena adanya perintah untuk tidak menerima perilaku LGBT di kampus, kata dia, Unsoed juga tetap menolak LGBT.

"Akan tetapi sebagai pribadi, kita menghargai, menghormati sebagai manusia, hak asasi. Tapi jangan sampai perilaku itu (LGBT, red.) dibudayakan di kampus," tegasnya.

Terkait dengan hal itu, dia mengaku telah mengundang perwakilan mahasiswa untuk menyampaikan bahwa mereka kuliah di kampus yang mengimplementasikan karakter Jenderal Soedirman sehingga berbeda dengan kampus-kampus lainnya. Dengan demikian, kata dia, mahasiswa Unsoed tidak boleh menyimpang dari peraturan-peraturan yang berlaku.

Iqbal mengatakan bahwa berdasarkan pantauan, hingga saat ini Unsoed masih aman atau belum ada pengaruh perilaku LGBT di kampus.

"Apalagi saya minta teman-teman yang aktif di organisasi kemahasiswaan untuk mendeteksi secara dini. Jangan sampai terpengaruh oleh kegiatan-kegiatan itu," tukasnya.

Bahkan, pihaknya meminta para dosen untuk menyampaikan permasalahan tersebut paling tidak dalam waktu lima menit pertama sebelum memberikan kuliah. "Apalagi sekarang Unsoed menempati peringkat ke-16 dari 3.320 perguruan tinggi berdasarkan penilaian Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi," pungkasnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini