Salam UI Ajak Pakar Kupas LGBT secara Ilmiah

Marieska Harya Virdhani, Okezone · Sabtu 27 Februari 2016 16:42 WIB
https: img.okezone.com content 2016 02 27 65 1322837 salam-ui-ajak-pakar-kupas-lgbt-secara-ilmiah-XAwDer3kfa.jpg Suasana kajian LGBT secara Ilmiah oleh Salam UI. (Foto: Marieska/Okezone)

DEPOK – Organisasi Islam terbesar di Kampus Universitas Indonesia (UI), Salam UI, mengumpulkan para pakar dan praktisi untuk membahas kajian kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) secara ilmiah. Diskusi kajian ilmiah tersebut digelar selama dua hari yakni mulai Jumat 26 Februari hingga hari ini.

Beberapa pakar yang hadir membahas isu tersebut dari kalangan medis, psikiatri, sosial, serta hukum. Ketua Salam UI Rangga Kusumo menjelaskan, selama ini fenomena LGBT di lingkungan kampus sempat menguak dan mendorong Salam UI untuk bergerak membahasnya dari segala sisi.

"Selama ini pergerakan mereka (kelompok LGBT) tidak terdeteksi. Gerakan masif di kampus enggak kelihatan blak-blakan menunjukkan di depan umum. Tetapi, pergerakannya ada," kata Rangga di lokasi, Sabtu (27/2/2016).

Ia menjelaskan, diskusi tersebut digelar agar mahasiswa memiliki pemahaman yang utuh tentang isu LGBT. Ia mengakui isu ini sempat memanas di kalangan kampus, namun kini justru berada di level nasional.

"Yang spesifik pergerakannya belum terdeteksi, paling selama ini ada kelompok diskusi saja membahas isu ini. Kami berusaha mengupas lewat kajian ilmiah supaya bisa dapat pemahaman yang utuh tentang isu yang lagi booming ini, kalau hanya satu kajian saja tak dengar pandangan dari yang lain kita tidak paham. Nantinya paham akhirnya secara ilmiah seperti apa. Kita akan lebih bijak menghadapi kelompok yang sedang mengalami pergolakan batin itu," tegasnya.

Salam UI siap memberikan pendampingan bagi mahasiswa yang masuk ke kelompok LGBT untuk memberikan bimbingan konseling dari sisi keagamaan. Membahas mengenai ciri-ciri, jelas Rangga, tidak ada jaminan atau hal pasti dari keberadaan mereka.

"Kita lakukan pencerdasan ke masyarakat. Bagaimana sikap mahasiswa hadapi teman yang megalami konflik batin. Mereka kelompok LGBT ada juga teman, dia rajin salat, dia tahu akan ada kematian, sadar juga salah, tapi tak bisa menghentikan itu. Tinggal kita orang yang sadar kasih solusi, secara personal, dan secara lembaga," tandasnya. (ira)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini