Bahas LGBT, Mahasiswa Terjebak Euforia Ilmiah

ant, · Senin 22 Februari 2016 18:34 WIB
https: img.okezone.com content 2016 02 22 65 1318298 bahas-lgbt-mahasiswa-terjebak-euforia-ilmiah-aTPMtrn9bW.jpg Pelangi menjadi simbol pergerakan kaum LGBT di dunia. (Foto: shutterstock)

JAKARTA - Pembahasan berbagai isu seksual, termasuk keberadaan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di kalangan mahasiswa kian marak. Namun, hal ini ditengarai merupakan bentuk euforia ilmiah para civitas akademika muda.

Psikolog sekaligus Anggota Dewan Pakar Masjid Salman ITB, Adriano Rusfi, menilai, mahasiswa, berada dalam kondisi scientific euphoria and delusion. Merka banyak yang mudah terpukau ketika LGBT dibenarkan lewat teori-teori ilmiah. Adriano menganalogikan, banyak mahasiswa yang memiliki ilmu, namun tidak memahami filosofinya.

"Karakter mahasiswa yang mudah berempati pada kaum tertindas pun dapat menjadi celah bagi penggerak LGBT. Pasalnya, kebanyakan propaganda LGBT menggambarkan penganutnya sebagai golongan yang teraniaya dan termarjinalkan. Kita ingin orientasi mahasiswa bukan ketertindasan, tapi kebenaran," ujar Adriano, seperti dilansir Antara, Senin (22/2/2016).

Karena itulah, kata Adriano, selain menentang keras dan melarang gerakan serta upaya penyebaran LGBT, organisasi yang menaunginya, Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) juga mendorong kampus-kampus untuk menjalankan fungsi pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Dia menyebut, pemenuhan Tri Dharma perguruan tinggi tersebut dapat diejawantahkan dalam strategi mengatasi LGBT sebagai penyimpangan perilaku seksual.

Hal ini berdasarkan dugaan bahwa gerakan LGBT merupakan upaya pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk menghancurkan mental dan ideologi bangsa dan sasaran empuk gerakan ini ialah mahasiswa, yang secara psikis tengah mengalami krisis identitas dan orientasi hidup. AMKI, tegas Adriano, berusaha menangani bagaimana mendidik mahasiswa agar mereka juga mampu mengelola kebebasan yang mereka peroleh.

"Upaya pencegahan masuknya paham LGBT pada mahasiswa dan remaja dapat dilakukan lewat berbagai pendekatan, misalnya lewat seminar, training, buletin, buku, atau poster yang edukatif," tandas psikolog yang juga aktif sebagai konsultan SDM itu.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini