6. Alam semesta sebagai guru terbaik kehidupan
Nan satitiak jadikan lauik, nan sakapa jadikan gunuang, alam takambang jadi guru. Yang setitik jadikan laut, yang sekepal jadikan gunung, alam terkembang (semesta raya) menjadi guru (sumber pembelajaran). Inilah filosofi Minang yang selalu saya ingat. Selain dunia riset, medis, kepenulisan, serta pendidikan, mengembara dan berpetualang juga merupakan passion saya untuk belajar dari alam dan kehidupan.
7. Jadilah dirimu sendiri yang unik, kreatif, inovatif
Saya baru tahu kalau dari 44 peserta yang terpilih, secara resmi hanya ada dua orang dokter. Profesi 44 peserta terpilih beragam. Mulai dari atlet silat, guru tari, guru, jurnalis, penulis, editor senior, peneliti, pendongeng, fotografer, apoteker, seniman, PNS, mahasiswa berprestasi, dsb. Boleh jadi profesi saya yang terunik, karena di formulir saya cantumkan: dokter digital/online, penulis, konsultan kesehatan, blogger.
Selalu upgrade dirimu. Caranya mudah. Jangan malas membaca. Bacalah koran, jurnal, berita di media massa, buku di perpustakaan atau toko buku. Kalau punya uang, berhematlah, ditabung. Lalu, dapat digunakan untuk mengikuti pelatihan atau workshop yang menunjang pendidikan dan passion-mu. Misalnya: workshop menulis, emergency (kegawatdaruratan), dsb.
Artikel kiriman:
dr. Dito Anurogo
Dokter digital/online, penulis 17 buku, peserta terpilih Menyapa Negeriku, Founder-CEO Indonesian Literacy Fellowship (Sahabat Literasi Indonesia)
Mahasiswa S-2 IKD Biomedis FK UGM Yogyakarta
Punya cerita inspiratif seputar kegiatan belajar, perjuangan meraih beasiswa dan pengalaman lainnya? Yuk, berbagi, dengan mengirimkan artikel dan foto pendukung ke alamat [email protected]!
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik