JAKARTA - Sejumlah pelosok Nusantara masih membutuhkan perhatian khusus, termasuk dalam urusan pendidikan. Karena itulah, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) berencana untuk membuat program baru yang dapat mendukung kualitas pendidikan dan pembangunan di Indonesia menjadi semakin baik. Program yang dijadwalkan berjalan pada 2016 itu disebut Sarjana Mengabdi.
Menristekdikti, Mohamad Nasir menjelaskan, program ini menempatkan para sarjana dengan latar belakang beragam di berbagai daerah Tanah Air. Di daerah penempatan, para sarjana itu pun mengaplikasikan ilmu dan keahlian mereka dalam mendukung pembangunan dan pendidikan di Tanah Air.
"Kan banyak sarjana pertanian hanya ada di kota-kota besar, begitu juga sarjana kedokteran. Nanti akan diajukan ke Kemensos serta Kementrian PMK," ujar Nasir di Gedung Dikti, Jakarta, Senin (21/12/2015).
Sebelumnya, kata Nasir, perlu ditelusuri terlebih dahulu daerah mana saja yang masih mengalami kesenjangan. Selain itu, rencananya program Sarjana Mengabdi akan dikaitkan dengan program Menyapa Negeriku yang baru saja usai.
Dalam program Menyapa Negeriku, masyarakat umum diajak ke berbagai pelosok Tanah Air guna melihat langsung kondisi pendidikan di Indonesia sambil berkontribusi sesuai keahlian masing-masing. Program Menyapa Negeriku sendiri merupakan salah satu cara monitoring program Sarjana Mengajar di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) yang diperuntukkan khusus bagi sarjana pendidikan.
"Tetapi, nantinya program Sarjana Mengabdi tersebut tidak hanya ditempatkan di daerah yang ada guru SM3T, namun juga meluas ke berbagai daerah lainnya. Dengan cara ini kita bisa melihat perbandingan daerah yang ada program SM3T dengan yang tidak ada," tambah Nasir.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik