Berharap Pada Guru SM3T

Afriani Susanti , Okezone · Senin 21 Desember 2015 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2015 12 21 65 1271979 berharap-pada-guru-sm3t-I3da1mAA1v.jpg Menristekdikti M Nasir dalam kegiatan Menyapa Negeriku-1.000 Cerita dari Ujung Negeri. (Foto: Afriani S/Okezone)

JAKARTA - Program Sarjana Mengajar di Daerah Terpencil, Terluar dan Tertinggal (SM3T) telah menjadi salah satu solusi bagi pemerataan guru di berbagai daerah Indonesia. Selain itu antusiasme para peserta juga mencerminkan bahwa program ini sukses menarik para sarjana untuk berkontribusi secara langsung dalam pendidikan Tanah Air.

Menteri Riset dan Teknologi Perguruan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengakui, para sarjana yang mengajar melalui SM3T telah banyak memberikan kontribusi.

"Mereka mengajarkan untuk disiplin, misalnya sebelum berangkat ke sekolah untuk mandi terlebih dahulu. Selain itu, SM3T ini juga sangat mendorong para peserta Menyapa Negeriku ini untuk bisa terjun secara langsung," ujar Nasir di Gedung Dikti, Jakarta, Senin(21/12/2015).

Kedepannya, Nasir ingin agar program SM3T tersebut bisa diperluas. Sehingga semua daerah bisa merasakan dampaknya.

"Semua berharap untuk jangan diberhentikan program SM3T ini. SM3T perlu hadir di semua tempat. Kalau kita datang ke Ambon itu juga daerah yang perlu mendapat perhatian khusus," ujarnya.

Nasir menceritakan, ketika para guru SM3T ini ditarik karena telah selesai menjalankan tugasnya, banyak pelajar setempat menangis histeris. Anak-anak ini khawatir dengan masa depan pendidikan mereka.

"Mereka sudah bisa membayangkan masa depan mereka, 'Kalau tidak ada guru-guru SM3T, bagaimana kami bisa sekolah?' Bahkan kalau bisa, kita berikan perhatian khusus," ujarnya.

Mantan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro (Undip) tersebut berencana untuk membuat program baru yakni sarjana mengabdi. "Tentang sarjana mengabdi, supaya para sarjana bisa melakukan perubahan dengan cepat di daerah-daerah," tambahnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini