Share

Cek Hasil Riset Anak Muda Indonesia di LIPI!

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Selasa 25 Agustus 2015 08:05 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 24 65 1201705 cek-hasil-riset-anak-muda-indonesia-di-lipi-gQG8xLtJYK.jpg Anak muda Indonesia menggeluti riset dan menghasilkan berbagai inovasi menarik. (Ilustrasi: shutterstock)

JAKARTA - Masih belia, meneliti dan menghasilkan karya inovatif bermanfaat. Keren kan?

Inilah yang dilakukan peserta Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Ke-47 dan National Young Inventors Award (NYIA) Ke-8 tahun ini. Kedua kompetisi tersebut menantang kemampuan peneliti muda Indonesia untuk menganalisa permasalahan dan mencari solusi yang tepat melalui penelitian dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegiatan besutan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan British Council melalui program Newton Fund itu digelar pada 25-28 Agustus.

Kepala LIPI Prof Iskandar Zulkarnain menjelaskan, kompetisi riset tahunan ini dimaksudkan untuk menanamkan budaya meneliti sejak dini. Dengan begitu, kualitas para peneliti muda pun akan meningkat.

"Perkembangan pengetahuan ilmu pengetahuan yang cepat menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda, sehingga negara berkembang seperti Indonesia perlu meningkatkan kualitas generasi muda melalui iptek," kata Iskandar, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya kepada Okezone, Selasa (25/8/2015).

Tahun ini, kata Ketua Dewan Juri LKIR Dr. Laksana Tri Handoko, ada peningkatan jumlah peserta. Tahun lalu hanya 1.431 proposal yang masuk pada LKIR. Sedangkan tahun ini, dewan juri menerima 2.041 proposal, atau naik sekira 30 persen.

"Kenaikan jumlah proposal pendaftar lomba ini sebagai sesuatu yang positif bagi perkembangan minat penelitian di kalangan remaja," imbuh Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI tersebut.

Handoko memaparkan, LKIR kali ini melombakan empat bidang penelitian, yaitu Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH), Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT), Ilmu Pengetahuan Kebumian dan Maritim (IPKM) dan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK). Dan, satu bidang terpisah lainnya adalah LKIR bidang Kependudukan.

Tidak asal meneliti, peserta LKIR dan NYIA yang lulus seleksi mendapat bimbingan dari para peneliti LIPI. Mereka juga berkesempatan mengikuti kegiatan serupa di tingkat dunia seperti International Exibition for Young Inventors (IEYI).

Sementara itu, DIrektur British Council Indonesia Sally Goggin menyatakan, lembaganya turut mendukung pengembangan budaya riset ilmiah di kalangan generasi muda Indonesia. "Kemitraan dengan LIPI adalah wujud nyata dukungan tersebut dan salah satu tujuan Newton Fund adalah mengupayakan jejaring ilmuwan muda Indonesia dengan negara-negara lainnya, terutama dari Inggris," tutur Sally.

Gelaran kompetisi ilmiah LIPI 2015 juga diisi berbagai pelatihan menarik yaitu Workshop Fastering STEM through Teacher’s Role, Workshop Penyusunan Karya Tulis Ilmiah bagi siswa se-Jabodetabek, Workshop The Importance of Intellectual Property Right (IPR) dan Workshop Effective Communication for Young Scientists in an International Context. LIPI juga menggelar Lomba Menggambar "Science for Future", Science Show, Story Telling, dan Stone Painting.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini