Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Morning Drawing, Buat Gambar jadi Rutinitas

Giovanni , Jurnalis-Sabtu, 28 Februari 2015 |09:17 WIB
Morning Drawing, Buat Gambar jadi Rutinitas
Anggota komunitas Morning Drawing sedang menggambar bersama dalam sesi Gambreng. (Foto: dok. Morning Drawing)
A
A
A

JAKARTA – Aktivitas apa yang kamu pilih guna membuka hari? Bagaimana jika menggambar, lalu mengunggahnya ke media sosial sekaligus mengajak orang lain melakukan hal yang sama?

Popomangun mencoba menularkan kebiasaan dan semangat ini. Art director sekaligus pengagas komunitas menggambar Morning Drawing ini percaya, pada dasarnya semua orang memiliki kemampuan dalam menggambar. Pembedanya hanyalah indikator kreativitas setiap individu.

"Namun, faktor yang paling penting sebenarnya adalah seberapa rajin kita menggambar," ujar Popomangun.

Dia bercerita, Morning Drawing lahir karena keinginannya menyeimbangkan pekerjaan dengan hobi. Dia lalu mengusung suatu proyek pribadi yang menjadikan aktivitas menggambar sebagai salah satu rutinitas di pagi hari. Kemudian, Popomangun mengunggah gambar pagi harinya tersebut ke Twitter dengan tanda pagar (hashtag) #morningdrawing.

Tidak disangka, proyek tersebut mengundang respons positif beberapa orang yang sepemikiran dengannya. Bahkan, teman-temannya pun tergelitik untuk mengikuti rutinitas tersebut. Proyek pribadi inilah cikal bakal berdirinya komunitas menggambar Morning Drawing.

"Proyek menggambar pagi hari itu sudah masuk tahun ketiga. Pemakai hashtag #morningdrawing sendiri mulai sering ketemu pada 2013," imbuhnya.

Popomangun memilih menggambar di pagi hari lantaran menurutnya semangat di pagi hari berbeda dengan waktu-waktu lainnya. "Ya tapi enggak harus pagi juga, sih. Kadang ada yang ngegambar malam hari, tapi share-nya pagi," katanya.

Setiap orang, kata Popomangun, sebenarnya bisa menggambar dan kreatif. Tetapi, tidak semua orang rajin. Kelahiran Morning Drawing, imbuhnya, diharapkan dapat menginspirasi banyak orang dalam menggambar.

"Setiap pagi kita bangun tidur ngeliat gambar-gambar jadi terinspirasi," tuturnya.

Komunitas Morning Drawing terpusat di wilayah Tangerang Selatan. Anggotanya tidak mengeksklusifkan diri pada aliran gambar tertentu, bahkan cenderung universal. Selain itu, tidak ada batasan usia dalam komunitas ini, anak kecil, remaja muda hingga lansia bisa bergabung.

Uniknya lagi, meski merupakan komunitas menggambar, anggota Morning Drawing enggak wajib jago corat-coret. Popomangun percaya, setiap orang mempunyai karakteristik masing-masing ketika menggambar.

"Itu jadi ciri khas utama buat Morning Drawing," ujar Popomangun.

Salah satu kegiatan Morning Drawing adalah Gambar Bareng alias Gambreng. Pada sesi ini, anggota Morning Drawing dibebaskan untuk menggambar apa pun yang mereka suka. Pembatasan biasanya hanya pada tema yang disepakati bersama.

"Atau mengangkat suatu isu untuk senang-senang, Misalnya ada teman berulang tahun, kami sepakat menggambar wajahnya. Atau ada anggota yang baru pacaran, kami gambar juga. Jadi lebih ke senang-senangnya sih," tuturnya.

Dalam berbagai kesempatan, Popomangun menanamkan keyakinannya bahwa tidak ada gambar yang buruk. Dia percaya, setiap orang memiliki karakteristik dan cara masing-masing dalam mengekspresikan imajinasinya melalui gambar.

"Gambar yang jelek tuh gambar apa ya, mungkin gambar yang enggak ada gambarnya. Orang yang enggak mau menggambar itu jadi gambar yang jelek," pungkasnya.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement