Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Matthew sang Bunglon Bahasa

Rifa Nadia Nurfuadah , Jurnalis-Selasa, 30 Desember 2014 |08:06 WIB
Kisah Matthew sang Bunglon Bahasa
Matthew Yolden menguasai sembilan bahasa seperti penutur aslinya sehingga dijuluki bunglon bahasa. (Foto: Babel)
A
A
A

JAKARTA - Matthew Youlden fasih berbicara sembilan bahasa dan memahami belasan bahasa lainnya. Dia dikenal sebagai poliglot, kelompok orang yang menguasai minimal enam bahasa secara lancar.

Tidak hanya itu, dia juga seorang sosiolinguis yang mempelajari bahasa yang hampir punah serta cara merevitalisasinya. Tetapi bila melihatnya sehari-hari, Matthew lebih dari sekadar poliglot. Bisa dibilang, cowok asli Manchester, Inggris, ini adalah seorang bunglon bahasa. Orang Jerman akan berpikir bahwa dia asli Jerman, Orang Spanyol akan berpikir dia kelahiran Spanyol, dan seterusnya.

Seperti dinukil dari laman Babel, Selasa (30/12/2014), Matthew menguasai berbagai bahasa dengan kegigihan, antusiasme dan pikiran terbuka. Kemampuan multibahasa Matthew tidak mengisolasinya dalam menara gading; hal itu justru menghubungkannya dengan banyak orang di dunia.

"Semakin banyak bahasa yang Anda kuasai, semakin banyak cara pandang yang Anda miliki," kata Matthew.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement