Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Matthew sang Bunglon Bahasa

Rifa Nadia Nurfuadah , Jurnalis-Selasa, 30 Desember 2014 |08:06 WIB
Kisah Matthew sang Bunglon Bahasa
Matthew Yolden menguasai sembilan bahasa seperti penutur aslinya sehingga dijuluki bunglon bahasa. (Foto: Babel)
A
A
A

Dia memaparkan, setiap bahasa memiliki cara pandang sendiri dalam melihat dunia. Jika Anda berbicara satu bahasa, maka Anda memiliki cara berbeda dalam menganalisa dan menginterpretasi dunia. Bahkan jika kedua bahasa itu erat, seperti Spanyol dan Portugis; keduanya pada saat yang bersamaan merupakan dua dunia berbeda dengan dua cara pikir.

Karena itulah, kata Matthew, setelah mempelajari dan dikelilingi bahasa lain, dia tidak mungkin memilih salah satunya. Pasalnya, dengan memilih, maka akan mengurangi kemungkinannya untuk dapat melihat dunia dalam berbagai cara.

"Jadi, gaya hidup monolingual, bagi saya, adalah hal yang paling menyedihkan dan membosankan dalam melihat dunia. Ada banyak keuntungan dari mempelajari suatu bahasa, saya tidak dapat memikirkan alasan mengapa kita tidak melakukannya," imbuhnya.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Halaman:
Lihat Semua
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Banner
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Terpopuler
Advertisement