"Saya harap akan ada pihak yang mampu mengembangkan tanaman bawang merah khusus untuk bibit. Sebab akan membantu petani karena budi daya dengan bibit bisa menghemat biaya produksi hingga 30 persen," ujar Eddy.
Menurut Eddy, bila merujuk data Biro Pusat Statistik (BPS), selama 10 tahun terakhir produktivitas bawang di Indonesia terus menurun. Jika hal ini dibiarkan, maka impor bawang merah akan membanjiri Indonesia dan mematikan petani lokal.
Parahnya lagi, produktivitas bawang merah yang hanya sembilan ton per hektare diwarnai dengan banyaknya umbi bawang merah yang mengalami infeksi virus. Akibatnya, mutu bibit rendah dan rentan terhadap serangan penyakit. Penurunan produktivitas juga masih membutuhkan biaya tinggi untuk pembibitan dan pestisida.
"Biaya produksi untuk budi daya bawang merah mencapai Rp50 juta per hektarenya. Sedang harga ketika panen hanya sekira Rp6.000 per kilo sehingga pendapatan petani sangat kecil bila dibandingkan modal yang dikeluarkan," tuturnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik