YOGYAKARTA - Mahasiswa farmasi seluruh Indonesia menyerukan penggunaan obat yang baik dan benar. Edukasi bagi masyarakat umum ini digelar di sepanjang Jalan Malioboro Yogyakarta, kemarin.
Pemberian informasi secara massal ini dilatarbelakangi banyaknya permasalahan penggunaan obat yang salah dan dapat membahayakan masyarakat. ”Sebagai calon-calon apoteker kami merasa wajib untuk memberikan pengetahuan yang benar bagi masyarakat,” ujar Koordinator Lapangan kegiatan Cahyono Suryo Dewo.
Dalam aksi damai tersebut, peserta aksi yang berjumlah sekira 500 mahasiswa ini membagikan selebaran yang berisi tentang penggunaan serta pembelian obat yang benar kepada masyarakat di sepanjang Jalan Malioboro.
Upaya memberikan informasi kepada masyarakat ini mendapatkan apresiasi dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri), dalam kategori kampanye informasi obat secara massal dengan peserta terbanyak. Menurut Dewo, kegiatan ini diikuti 35 perwakilan Jurusan dan Fakultas Farmasi se-Indonesia.
Cahyono menambahkan, dalam kegiatan ini pihaknya menyerukan slogan ‘Dagusibu’ yang merupakan akronim tentang tata cara penggunaan obat yang benar, yaitu: diambil, digunakan, simpan, dan buang. Staf pengajar di Jurusan Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Lutfi Chabib menyatakan, selama ini memang masih banyak dijumpai pemberian obat yang tidak rasional.
Masyarakat juga tidak tahu bagaimana cara mendapatkan informasi tentang obat ini. ”Kami berharap dengan kegiatan semacam ini masyarakat akan mengetahui pengobatan yang rasional. Murah, kualitasnya terjaga termasuk standar trapatiknya. Ujungnya masyarakat bisa melakukan pengobatan mandiri,” ujarnya.
(M Budi Santosa)