BANDUNG - Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terancam drop out pada 30 Oktober mendatang karena tidak bisa membayar uang SPP dan biaya praktikum. Waduh...
15 mahasiswa tersebut sebelumnya dipaksa untuk menandatangani surat perjanjian diatas materai pada 6 September lalu yang berisi, jika hingga 30 Oktober mereka belum melunasi biaya SPP, maka pihak kampus akan memberhentikan mereka.
Tekad Kampus UPI tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak, salah satunya Gerakan Mahasiswa Peduli Pendidikan Nasional (Gema Pena). Sekira 50 orang dari Gema Pena menggelar aksi di depan pintu masuk UPI di Jalan Setiabudi Bandung.
Mereka menuntut agar rektorat UPI membatalkan niatnya yang akan mengeluarkan mahasiswa kurang mampu tersebut. "Ini merupakan bentuk ketidakadilan bagi mahasiswa yang kurang mampu," ujar koordinator aksi Andi Sebastian kepada wartawan, Senin (13/10/2008).
Dia menambahkan, sejak 2006 UPI kerap menekan para mahasiswa yang tidak bisa membayar SPP dan uang praktikum. "Seharusnya rektorat bisa mencari solusi," tandasnya.
Aksi protes ini diwarnai dengan aksi permintaan sumbangan di depan pintu gerbang. Sambil membentangkan spanduk bertuliskan â€~Sumbangan Mahasiswa UPI yang terancam DO', mereka juga mengamen di pinggi jalam.
Saat dikonfirmasi melalui telepon, Purek II UPI, Ishak Abdullah enggan berkomentar. Dirinya hanya menyatakan dalam waktu dekat akan mengadakan pertemuan dengan Rektor untuk membahas hal tersebut.
(TB Ardi Januar)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik