Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mahasiswa UGM Tuntut Pemerintah Perhatikan Sejarah

Satria Nugraha , Jurnalis-Senin, 25 Agustus 2008 |10:40 WIB
Mahasiswa UGM Tuntut Pemerintah Perhatikan Sejarah
A
A
A

YOGYAKARTA - Seratusan mahasiswa bersama beberapa dosen dari jurusan ilmu sejarah Fakultas Ilmu Sejarah UGM hari ini berunjukrasa di Bundaran Kampus UGM.

Mereka turun ke jalan mendesak kepada pemerintah agar memberikan perhatian dan porsi lebih kepada ilmu sejarah. Koordinator umum aksi yang juga mahasiswa jurusan ilmu sejarah UGM, Unggul Sudrajat mendesak Mendiknas agar memasukan mata pelajaran sejarah dalam Ujian Akhir Nasional (UAN) sebagai wujud perhatian tersebut.

"Kami mendesak pemerintah memberikan perhatian kepada sektor-sektor sejarah seperti dengan memasukan mata pelajaran sejarah ini ke Ujian Akhir Nasional," kata Unggul di Bundaran UGM, Senin (25/8/2008).

Kurangnya perhatian pemerintah soal ilmu sejarah ini juga bisa dilihat dari keberadaan museum sebagai variabel utama penopang eksistensi sejarah dari hari ke hari justru semakin sepi pengunjung.

Film-film pun juga sangat jarang ada yang membawa nilai-nilai kesejarahan. Hal itu kata Unggul berbeda dengan negara lain seperti AS atau China yang banyak memproduksi film-film yang bercerita tentang sejarah dan pahlawan.

"Di negara kita sejarah hanya dimaknai sebagai tanggal, nama orang, dan nama peristiwa," ujarnya.

Sementara senada dengan Unggul, Ketua Jurusan Ilmu Sejarah UGM Adaby Darban juga menyayangkan langkah pemerintah khususnya Depdiknas yang tidak banyak memberikan porsi pelajaran sejarah sejak bangku TK-Perguruan Tinggi.

Akibatnya, kebijakan pemerintah sama sekali melupakan sejarah sehingga nation character building pun tak terbentuk dan itu bisa dilihat dengan dijualnya berbagai aset bangsa ke luar negeri. 

"Kejadian belakangan ini termasuk kasus Supriyadi kemarin, penjualan aset bangsa, hingga kemiskinan khan disebabkan kita menyepelekan sejarah itu," ujar Adaby.

Dalam aksi unjukrasa itu mereka juga menggelar berbagai spanduk dan poster yang intinya mendesak pemerintah agar kembali memberikan perhatian kepada ilmu sejarah dan supaya bisa disejajarkan dengan mata pelajaran lain seperti Bahasa Indonesia. Selain itu mereka juga membawa bendera merah putih serta menyanyikan lagu-lagu perjuangan sehingga sempat menarik perhatian masyarakat di seputar Bundaran UGM.

(Fitra Iskandar)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement