MEDAN - Perayaan hari ulang tahun civitas akademika Universitas Sumatra Utara (USU) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Dies Natalis USU yang dibuka pada Rabu (20/8/2008) hari ini diwarnai bentrok antara mahasiswa dan satpam penjaga kampus.
Berdasarkan pantauan di lokasi, bentrokan terjadi setelah rangkaian demo yang dilakukan belasan mahasiswa yang menamakan dirinya pemerintahan mahasiswa atau Keluarga Mahasiswa (Kema) USU.
Pada aksi pertama, pukul 09.00 WIB, Kema USU berdemo di depan kantor rektorat. Mereka berorasi meminta agar rektorat USU tidak melakukan pembunuhan karakter terhadap mahasiswa yang kritis, dan meminta pengusutan kasus dugaan korupsi dana penerimaan negara bukan pajak yang terjadi di kampus USU dalam jumlah miliaran rupiah.
Demo ini sempat terhenti. Namun, saat Gubernur Sumatra Utara Syamsul Arifin mendatangi kampus yang berada di Jalan Mansyur, Medan, pada pukul 11.00 WIB, Kema USU kembali bangkit dan berdemo.
Bahkan, belasan orang ini menggeruduk memaksa untuk berorasi di depan Gubernur. Mereka kemudian mengangkat spanduk yang bertuliskan, "Usut tuntas kasus dugaan korupsi dana penerimaan negara bukan pajak yang terjadi di kampus USU dalam jumlah miliaran rupiah".
Namun, belum sempat mendekati Gubernur, puluhan satpam menghadang mahasiswa. Mereka membuat pagar betis untuk Syamsul Arifin.
Melihat hal tersebut, Kema yang semula antusias ingin berorasi di depan Syamsul pun mundur. Mereka menunggu acara pembukaan Dies Natalis USU selesai digelar di gedung rektorat.
Sesuai dengan rencana Kema, sekira pukul 13.00 WIB, saat acara pembukaan Dies Natalis ditutup, belasan mahasiswa ini pun kembali bangkit. Kali ini, mereka memaksa untuk masuk ke gedung rektorat.
"Kami ingin memanfaatkan momen penutupan dies natalis untuk bertemu beberapa pejabat aparat hukum Sumatra Utara. Karena tuntutan kami, kami minta dituntaskan dugaan kasus korupsi dana penerimaan negara bukan pajak di kampus USU. Sebelumnya, KPK sudah menganalisis kasus ini," kata Presiden Mahasiswa USU Fritjen Harianja.
Akan tetapi, niat memasuki gedung rektorat ini kembali gagal. Puluhan satpam yang pada pukul 14.00 WIB sudah menghadang mereka, kali ini kembali datang.
Jika awalnya saat bertemu dengan puluhan satpam mahasiswa mundur, kali ini mahasiswa dengan emosionalnya memaksa, dan mendorong pagar betis dari puluhan satpam itu.
Akibatnya, aksi saling dorong dan pukul sempat menghiasi bentrok itu.
Menurut Fritjen, aksi pukul itu dilakukan mahasiswa karena ada mahasiswa yang terkena bogem mentah satpam.
"Ada salah seorang teman yang dipukul. Sempat dilarikan ke rumah sakit," kata dia.
Aksi berakhir setelah dengan kesadaran sendiri mahasiswa mundur.
Terkait dengan aksi pemukulan mahasiswa, Humas USU Bisru Hafi saat dikonfirmasi membantahnya. "Tidak ada pemukulan terhadap mahasiswa, yang ada dorong-dorongan. Itu mengada-ada orang itu saja," kata Bisru. (Robby Karo Karo/Trijaya)
(Endang Purwanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik