JAKARTA — Perpustakaan keliling dapat menjadi sarana untuk mendekatkan pengetahuan tentang laut kepada anak-anak melalui buku, komik, dan berbagai bahan bacaan. Upaya ini dinilai penting untuk mengatasi keterbatasan akses literatur kelautan, terutama bagi anak-anak yang tinggal jauh dari wilayah pesisir.
Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Adin Bondar, mengatakan peningkatan literasi kelautan perlu didukung kemudahan akses terhadap bahan bacaan. Menurut dia, anak-anak tidak harus datang langsung ke laut untuk mengenal dunia maritim.
“Tantangan kita adalah bagaimana membangun akses. Bersama Pertamina merevitalisasi mobil perpustakaan keliling untuk diciptakan menjadi satu instrumen mengakses bacaan kelautan,” ujar Adin dalam kegiatan Bahtera LiteraSEA di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Adin menekankan, perpustakaan keliling dapat membawa pengetahuan tentang laut lebih dekat kepada anak-anak. Melalui bahan bacaan yang mudah dijangkau, pengenalan terhadap kehidupan laut dan lingkungan maritim dapat dilakukan sejak dini.
“Kesadaran maritim itu tidak harus anak kita yang datang ke laut, tapi laut itu sendiri yang datang ke mereka melalui bacaan, komik, dan ragam literatur kelautan,” katanya.
Salah satu upaya untuk memperluas akses tersebut dilakukan melalui revitalisasi tiga mobil perpustakaan keliling milik Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor. Revitalisasi oleh PT Pertamina International Shipping (PIS) mencakup perbaikan mesin kendaraan, pengadaan alat pemindai kode batang (barcode), pemindahan videotron, serta penyediaan buku-buku bertema kelautan.
Pembenahan tersebut diharapkan mendukung layanan perpustakaan keliling agar dapat menjangkau masyarakat sekaligus menyediakan bahan bacaan yang relevan bagi anak-anak.
Pernyataan Adin menyoroti pentingnya perpustakaan bukan hanya sebagai tempat memperoleh buku, melainkan juga sebagai sarana memperluas pengetahuan. Dalam konteks literasi kelautan, layanan keliling memungkinkan informasi mengenai laut dan ekosistemnya diperkenalkan kepada anak-anak melalui bacaan, tanpa terbatas oleh jarak geografis.
(Khafid Mardiyansyah)