JAKARTA — Kayra Wilona Ginting, siswa kelas 5 SDK PENABUR Bintaro Jaya, berhasil mengembangkan hobinya menggambar menjadi karya tulis yang mendapat pengakuan. Dua buku cerita karyanya, Yara dan si Hijau serta Yara dan si Biru, terpilih dalam 100 buku pilihan Perpustakaan Jakarta dan menjadi bagian dari koleksi permanen perpustakaan tersebut.
Perjalanan Kayra menulis cerita berawal dari kegemarannya menggambar. Ia kemudian tertarik menuangkan gambar-gambar yang dibuatnya ke dalam bentuk cerita. Untuk mengembangkan imajinasinya, Kayra mulai membiasakan diri membaca berbagai buku cerita bersama keluarga setiap malam.
Kebiasaan tersebut membuatnya membayangkan bagaimana rasanya memiliki buku cerita sendiri. Keinginan itu mulai diwujudkan ketika ia duduk di kelas 3 sekolah dasar.
“Ketika aku kelas 3 SD, aku mulai mencoba menuangkan ide-ide dan imajinasi dalam bentuk tulisan sederhana hingga akhirnya menjadi sebuah cerita. Dari situlah, aku mulai menikmati kegiatan menulis. Ternyata, lewat tulisan dan gambar, aku bisa menciptakan dunia ceritaku sendiri dan membagikannya kepada orang lain,” ujar Kayra.
Kayra biasanya menulis cerita fiksi dengan tema persahabatan, keluarga, petualangan, dan kehidupan sehari-hari. Baginya, menulis menjadi cara untuk mengembangkan imajinasi sekaligus menyampaikan cerita kepada pembaca.
Dua Buku Masuk Koleksi Permanen Perpustakaan Jakarta
Pada 2024, Kayra berhasil menyelesaikan buku pertamanya yang berjudul Yara dan si Hijau. Buku tersebut menjadi bagian dari ajang perlombaan The Inspiration Spark Award 2024 dan masuk dalam 100 buku pilihan Perpustakaan Jakarta. Karya itu juga ditetapkan sebagai salah satu koleksi permanen perpustakaan tersebut.
Setahun kemudian, Kayra kembali menghasilkan buku berjudul Yara dan si Biru. Karya keduanya itu kembali terpilih dalam 100 buku pilihan Perpustakaan Jakarta dan menjadi bagian dari koleksi permanen.