Untuk mengatasi hambatan itu, Kayra memilih membaca buku guna mencari inspirasi, beristirahat sejenak, atau berdiskusi dengan orangtuanya.
Selain itu, ia kerap diajak ibunya mengunjungi pameran seni. Dari berbagai karya yang dilihatnya, Kayra memperoleh ide dan inspirasi baru untuk kembali menulis.
Dukungan Orangtua dan Guru
Kayra mengatakan dukungan keluarga berperan penting dalam mengembangkan minatnya. Orangtuanya membantu menyediakan waktu untuk menulis, mengingatkannya agar rajin membaca, serta memberikan saran ketika ia menghadapi kesulitan dalam proses kreatif.
Guru-guru di sekolah juga memberikan dorongan agar Kayra terus mengasah bakatnya. Dukungan tersebut membuatnya semakin percaya diri dan bersemangat untuk menghasilkan karya baru.
Menurut Kayra, menulis bukan hanya tentang menghasilkan buku, tetapi juga tentang proses belajar, berlatih, dan menemukan cara untuk menyampaikan gagasan kepada orang lain.
Ke depan, ia ingin terus menulis cerita yang dekat dengan kehidupan anak-anak, seperti petualangan, keluarga, dan mimpi tentang masa depan. Ia juga ingin mengangkat hal-hal sederhana yang ditemui sehari-hari menjadi cerita yang menarik dan penuh makna.
Kayra berharap tulisannya tidak sekadar menghibur, tetapi juga mengajak pembaca berimajinasi, merasakan beragam emosi, dan menemukan pesan positif dari setiap cerita.