Wamendiktisaintek Dorong Perguruan Tinggi Terapkan Tata Kelola Adaptif

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Minggu 26 Juli 2026 12:34 WIB
Wamendiktisaintek Dorong Perguruan Tinggi Terapkan Tata Kelola Adaptif (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mendorong perguruan tinggi di Indonesia menerapkan tata kelola yang adaptif agar mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi, kecerdasan artifisial (AI), dan perubahan dunia kerja. Menurutnya, transformasi tersebut menjadi kunci untuk memanfaatkan bonus demografi sekaligus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Indonesia tengah memasuki periode bonus demografi yang diproyeksikan menjadi peluang strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila didukung oleh SDM yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia yang terus berubah. Di tengah perkembangan teknologi, AI, dan transformasi dunia kerja, perguruan tinggi dituntut terus memperbarui tata kelola, sistem pembelajaran, dan pengembangan talenta agar tetap relevan dengan kebutuhan masa depan.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Indonesia berada pada angka 32,89 persen, masih di bawah rata-rata dunia sebesar 40 persen serta lebih rendah dibandingkan Malaysia (43 persen), Thailand (49,29 persen), dan Singapura (91,09 persen).

Selain itu, data BPS 2024 menunjukkan terdapat 3,4 juta penduduk Indonesia berusia 16–18 tahun yang belum pernah bersekolah atau tidak lagi bersekolah. Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak kedua, yakni 28,40 persen.

Di sisi lain, laporan Future of Jobs Report 2025 yang diterbitkan World Economic Forum memperkirakan 59 persen angkatan kerja global akan membutuhkan pelatihan ulang (reskilling), sementara 39 persen keterampilan inti dunia kerja diperkirakan berubah pada 2030. Kondisi ini menunjukkan pentingnya transformasi tata kelola perguruan tinggi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Merespons tantangan tersebut, Fauzan mengatakan perguruan tinggi harus mulai menerapkan pola pikir yang adaptif dan transformatif dalam tata kelolanya agar mampu memaksimalkan peluang bonus demografi Indonesia. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Dies Natalis Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS), Kamis (23/7).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya