Selama mengikuti program, para guru akan memperoleh pembekalan mengenai computational thinking, dasar-dasar coding, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga metode design thinking. Seluruh materi tersebut dirancang untuk membantu peserta mengembangkan prototipe pembelajaran berbasis STEM yang dapat diterapkan di sekolah.
Sementara itu, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn berharap program tersebut dapat mendorong lahirnya metode pembelajaran yang lebih inovatif sekaligus membekali siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan pada masa depan.
"Dengan alat bantu ajar yang kreatif, kami ingin membantu para siswa tumbuh menjadi individu yang kritis, kolaboratif, dan siap menghadapi dinamika kompetisi global di masa mendatang," kata Hera.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)