JAKARTA - Upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan teknologi terus diperkuat. Salah satunya dilakukan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan membuka pendaftaran Teacher Tech Championship (TTC) 2026, program pengembangan kompetensi sekaligus kompetisi bagi guru SMA/MA di enam provinsi di Pulau Sulawesi.
Program ini mendorong inovasi pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) melalui pemanfaatan teknologi agar proses belajar mengajar menjadi lebih efektif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
TTC 2026 ditujukan bagi guru mata pelajaran Fisika, Kimia, Biologi, Matematika, Informatika, serta Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Direktur BCA Antonius Widodo mengatakan, peningkatan kualitas pendidikan perlu diawali dengan penguatan kapasitas guru agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menghadirkan pengalaman belajar yang lebih relevan bagi siswa.
"Melalui Teacher Tech Championship 2026, kami ingin berjalan beriringan bersama para guru di Sulawesi untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi secara adaptif. Kami percaya, ketika guru memiliki ruang untuk berkembang, mereka akan mampu menciptakan pengalaman belajar yang jauh lebih bermakna dan interaktif bagi generasi masa depan," ujar Antonius dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).
Selama mengikuti program, para guru akan memperoleh pembekalan mengenai computational thinking, dasar-dasar coding, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga metode design thinking. Seluruh materi tersebut dirancang untuk membantu peserta mengembangkan prototipe pembelajaran berbasis STEM yang dapat diterapkan di sekolah.
Sementara itu, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn berharap program tersebut dapat mendorong lahirnya metode pembelajaran yang lebih inovatif sekaligus membekali siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan pada masa depan.
"Dengan alat bantu ajar yang kreatif, kami ingin membantu para siswa tumbuh menjadi individu yang kritis, kolaboratif, dan siap menghadapi dinamika kompetisi global di masa mendatang," kata Hera.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)