LIMA jurusan kuliah yang mulai kurang diminati karena gaji kecil dan lowongan sulit menarik diulas. Sebab kini, memilih jurusan kuliah kini tidak lagi hanya soal minat.
Pemilihan jurusan kuliah biasanya juga dibarengi dengan prospek kerja dan potensi penghasilan setelah lulus. Pasalnya kini, persaingan dunia kerja semakin ketat.
Dilansir dari ZipRecruiter, ada sejumlah jurusan kuliah yang dinilai kurang menjanjikan. ZipRecruiter menyebut 44 persen pencari kerja bergelar sarjana mengaku menyesali jurusan kuliah yang mereka pilih. Alasan utamanya adalah keterbatasan peluang kerja, sulitnya mendapatkan pekerjaan sesuai bidang studi, serta tingkat pendapatan yang dianggap kurang memuaskan. Lantas jurusan apa saja itu
Berikut lima jurusan yang mulai kurang diminati:
Salah satu jurusan kuliah itu adalah antropologi. Jurusan ini mempelajari budaya dan perilaku manusia.
Namun, lapangan kerja yang spesifik membuat sebagian lulusan harus mengembangkan keterampilan tambahan untuk memperluas peluang karier. Karena itu, jurusan tersebut kini tampaknya kurang diminati.
Kemudian, ada pemasaran. Bidang pemasaran terus berkembang, tetapi persaingan yang ketat membuat banyak lulusan harus memiliki kemampuan digital marketing dan analisis data untuk meningkatkan daya saing.
Jurusan bahasa Inggris atau sastra masih memiliki peminat, tetapi dianggap kurang menjanjikan oleh sebagian lulusan. Pasalnya, peluang kerja yang lebih terbatas dibanding jurusan vokasional atau STEM.
Dalam survei ZipRecruiter, 52 persen lulusan English Language dan Literature menyatakan menyesali pilihan jurusannya. Faktor yang sering disebut adalah keterbatasan pekerjaan yang sesuai dengan bidang studi serta tingkat pendapatan yang tidak selalu tinggi.
Filsafat dikenal mampu melatih kemampuan berpikir kritis, logika, dan analisis. Namun, jurusan ini sering dianggap tidak memiliki jalur karier yang jelas setelah lulus.
Karena tidak terhubung langsung dengan profesi tertentu, lulusan filsafat biasanya harus mengembangkan keterampilan tambahan agar lebih kompetitif di pasar kerja. Kondisi ini membuat sebagian calon mahasiswa mulai beralih ke jurusan yang dianggap memiliki prospek kerja lebih pasti.
Ilmu Komunikasi masuk daftar jurusan yang paling banyak disesali lulusannya menurut survei ZipRecruiter. Sebanyak 64 persen responden lulusan komunikasi mengaku akan memilih jurusan lain jika diberi kesempatan mengulang.
Meski memiliki peluang kerja yang beragam, persaingan di bidang media, hubungan masyarakat, dan pemasaran cukup tinggi. Banyak posisi entry-level juga menawarkan gaji yang relatif standar dibanding bidang teknologi atau keuangan.
Meski beberapa jurusan dianggap kurang menjanjikan dari sisi gaji dan peluang kerja, bukan berarti lulusannya tidak bisa sukses. Banyak faktor lain yang menentukan karier seseorang, seperti pengalaman kerja, kemampuan beradaptasi, sertifikasi tambahan, hingga jaringan profesional.
Bahkan, sejumlah diskusi di komunitas pendidikan menunjukkan bahwa lulusan komunikasi, bahasa, hingga antropologi tetap bisa berkembang di berbagai industri jika mampu mengombinasikan ilmunya dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
Pada akhirnya, memilih jurusan kuliah sebaiknya mempertimbangkan keseimbangan antara minat pribadi dan prospek karier agar investasi pendidikan yang ditempuh dapat memberikan hasil yang optimal.
(Djanti Virantika)