Dalam misi tersebut, ia akan bertugas sebagai spesialis muatan sekaligus melakukan berbagai eksperimen ilmiah di luar angkasa.
Rencana keberangkatan pada Juni 1986 harus dibatalkan setelah terjadinya insiden besar dalam program pesawat ulang-alik NASA. Akibatnya, misi yang melibatkan Pratiwi pun tidak jadi dilaksanakan.
Meski demikian, pencapaiannya tetap dikenang sebagai tonggak penting dalam sejarah sains Indonesia. Ia sempat menjadi simbol kemajuan perempuan Indonesia di bidang teknologi dan antariksa, bahkan dijuluki sebagai sosok “Kartini modern”.
Walaupun tidak jadi terbang ke luar angkasa, perjalanan Pratiwi Sudarmono tetap menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda Indonesia. Dedikasinya di bidang ilmu pengetahuan dan keberaniannya menembus dunia antariksa menunjukkan bahwa mimpi besar bisa diraih dengan kerja keras dan pendidikan tinggi.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)