JAKARTA - Isu kelestarian lingkungan kini bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak. Salah satu langkah paling sederhana yang bisa dilakukan dari rumah atau kantor adalah memilah sampah kertas. Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua jenis kertas bisa masuk ke mesin daur ulang?
Kertas merupakan material yang sangat dekat dengan aktivitas harian kita. Sayangnya, kesalahan dalam memilah jenis kertas justru dapat mengontaminasi seluruh tumpukan limbah yang seharusnya bisa diolah kembali. Memahami jenis kertas yang tepat adalah kunci untuk mendukung ekonomi sirkular.
Secara umum, kertas yang memiliki serat panjang dan bebas dari lapisan plastik atau bahan kimia berlebih adalah kandidat terbaik. Berikut beberapa di antaranya:
Penting untuk dicatat bahwa kertas yang sudah terkena minyak, sisa makanan, atau dilapisi plastik (seperti gelas kertas kopi) sangat sulit untuk didaur ulang secara konvensional. Lem, lakban, dan klip logam juga sebaiknya dipisahkan sebelum kertas disalurkan ke tempat pengolahan.
Daur ulang tidak selalu harus dilakukan dalam skala pabrik besar. Saat ini, banyak komunitas dan studio kreatif yang mengubah limbah kertas menjadi produk bernilai seni tinggi. Dengan teknik pengolahan yang tepat, serat kertas bekas bisa diubah menjadi kertas seni (art paper) yang estetik dan memiliki tekstur unik.
Bagi mereka yang ingin mendalami proses ini atau mencari inspirasi produk ramah lingkungan, mengunjungi studio khusus seperti pulpery.com bisa menjadi langkah awal. Studio seperti ini berperan penting dalam mengedukasi masyarakat bahwa limbah kertas bukanlah akhir, melainkan awal dari produk baru yang lebih bermakna.
Memulai kebiasaan mendaur ulang memang membutuhkan ketelitian. Namun, dengan memisahkan kertas HVS, kardus, dan koran dari sampah organik, kita sudah ikut berkontribusi besar dalam menekan angka penebangan pohon dan penghematan energi air secara global.
Sudahkah Anda memilah kertas hari ini?
(Agustina Wulandari )