Selain aspek emosional, keberagaman juga memainkan peran penting dalam membentuk ketangguhan siswa. Dalam lingkungan sekolah yang multikultural, interaksi lintas budaya membantu siswa memperluas perspektif, memahami perbedaan, dan terbiasa melihat persoalan dari berbagai sudut pandang.
“Pengalaman berinteraksi dengan latar belakang yang beragam secara alami menumbuhkan empati dan kemampuan berpikir terbuka. Ini menjadi bekal penting bagi siswa untuk hidup dan bekerja di dunia yang semakin terhubung,” kata Ezra.
Di tengah dunia yang terus berubah, Ezra menegaskan bahwa pendidikan perlu kembali pada esensi utamanya, yaitu membentuk manusia seutuhnya, bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh, berempati, dan siap menghadapi kompleksitas kehidupan.
(Khafid Mardiyansyah)