Meski padat dan melelahkan, aktivitas tersebut justru memberinya kebahagiaan tersendiri. “Melihat tanaman tumbuh dari hasil tangan sendiri adalah sesuatu yang tidak tergantikan,” tambahnya.
Selain akademik, Shafiq juga memperkaya pengalaman melalui pertukaran pelajar di Bengkulu serta program Magang Merdeka di Edufarmers International. Dari magang tersebut, ia terjun langsung mendampingi petani dan melihat tantangan budi daya dari perspektif lapangan.
“Bertemu petani, berdiskusi, dan melihat perubahan nyata dari hasil pendampingan membuat saya semakin yakin dengan pilihan bidang yang saya tekuni,” kenangnya.
Beragam pengalaman selama menempuh studi membentuk cara pandang Shafiq terhadap pertanian. Baginya, pertanian bukan sekadar soal produksi, melainkan juga tentang kualitas manusia, keberlanjutan ekosistem, dan perubahan bermakna yang tumbuh secara bertahap.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)