JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia Erick Thohir memamerkan delegasi Indonesia untuk COP-28 lulusan luar negeri. Sembari mengenalkan almamater setiap delegasi, Erick menjelaskan bahwa lulusan Indonesia pintar dan banyak yang lulus dari universitas di Amerika Serikat dan Eropa.
Dilansir dari laman Instagram @erickthohir, Jumat (1/12/2023), Erick Thohir tengah menghadiri Conference of the Parties (COP) ke-28 atau Konferensi Para Pihak anggota The United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) yang dilangsungkan di Dubai, Uni Emirat Arab. Dalam video berdurasi 60 detik itu, Erick Thohir mengenalkan delegasi Indonesia yang lulusan luar negeri.
BACA JUGA:
Sembari menyapa penonton, Erick kemudian mengenalkan Rahmat lulusan Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat. Kemudian, Erick bergeser ke delegasi selanjutnya lulusan Vanderbilt University, Amerika Serikat. Setelah itu, kamera Erick bergeser pada delegasi perempuan yang mengaku lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), Jerman, dan United Kingdom (UK).
Mendengar almamater perempuan tersebut, Erick sontak memuji. "Wah, ITB! Saya masuk ITB nggak bisa, haduh," kagum Erick.
BACA JUGA:
Delegasi Indonesia selanjutnya ternyata teman dari anak Erick Thohir, Arfa. Saat ditanya mengenai almamaternya, gadis itu menjawab bahwa ia lulusan UC Berkeley, Amerika Serikat.
Selesai mengenalkan keempat delegasi Indonesia untuk COP-28, Erick memuji bahwa generasi muda Indonesia pintar dan penentu masa depan bangsa. "Jadi siapa yang bilang generasi muda Indonesia tidak pintar-pintar, (mereka) pintar. Dan mereka adalah penentu masa depan," ungkap Erick Thohir.
Erick Thohir juga menambahkan bahwa banyak juga ASN yang punya kredibilitas bagus untuk terus membangun pemerintahan yang profesional, terbuka, transparan, dan dapat memastikan persaingan dengan negara-negara lain di dunia. Ditinjau dari laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jumat (1/12/2023), COP-28 dilaksanakan mulai 30 November hingga 12 Desember 2023 di Expo City Dubai, Dubai, Uni Emirat Arab. Sebagai agenda tahunan PBB untuk membahas isu iklim, COP-28 diiringi dengan banyak persoalan dunia yaitu perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati yang dikenal dengan triple planetary crisis.
BACA JUGA:
Selama rentang hampir sembilan tahun, sejak 2015, Indonesia terus berkomitmen untuk melakukan upaya penurunan emisi GRK dan menyampaikan berbagai dokumen wajib ke Sekretariat UNFCCC, antara lain Third National Communication, 2nd dan 3rd Biennial Update Report, First Nationally Determined Contribution (1st NDC), Updated NDC, dan Strategi Jangka Panjang Pembangunan Rendah Karbon Berketahanan Iklim 2050 (Long Term Strategy Low Carbon and Climate Resilience 2050). Partisipasi Indonesia dalam COP-28 sebagai langkah yang dipilih untuk menghambat perubahan iklim dan berupaya melakukan strategi jangka panjang pembangunan rendah karbon.
(Marieska Harya Virdhani)