Peneliti Buktikan AI Mampu Diagnosis Diabetes Lewat Suara

Chindy Aprilia Pratiwi, Jurnalis
Minggu 05 November 2023 07:15 WIB
AI bisa deteksi diabetes lewat suara (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Para peneliti menemukan model kecerdasan buatan (AI) untuk mendiagnosis penyakit seperti diabetes tipe 2. Caranya cukup lewat suara.

Pasien diminta mendengar suara mereka selama 10-60 detik. Peneliti medis asal Kanada melatih AI machine-learning untuk mengenali 14 perbedaan vokal dalam suara seseorang dengan diabetes tipe 2 dibandingkan dengan seseorang tanpa diabetes.

 BACA JUGA:

Dilansir dari laman Diabetes.uk, Minggu (5/11/2023) fitur pendengaran yang difokuskan AI termasuk sedikit perubahan nada dan intensitas, yang tidak dapat dibedakan oleh telinga manusia. Ini kemudian dipasangkan dengan data kesehatan dasar yang dikumpulkan oleh para peneliti, seperti usia, jenis kelamin, tinggi badan, dan berat badan.

Para peneliti percaya bahwa model AI ini akan secara drastis menurunkan biaya bagi penderita diabetes untuk didiagnosis. Namun orang-orang biasanya perlu diuji kembali untuk pradiabetes dan diabetes tipe 2 secara langsung, yang melibatkan tes diagnostik seperti pemeriksaan darah. AI akan dilakukan diagnosis dari jarak jauh dan secara otomatis.

 BACA JUGA:

"Penelitian kami menyoroti variasi vokal yang signifikan antara individu dengan dan tanpa diabetes tipe 2,” kata Jaycee Kaufman.

Dia berharap AI itu akan dapat mengubah bagaimana komunitas medis menyaring diabetes. Tes umum yang digunakan saat ini untuk mendiagnosis diabetes tipe 2 termasuk tes hemoglobin glikasi (A1C), tes glukosa darah puasa (FBG), dan tes toleransi glukosa oral (OGTT) yang semuanya merupakan tes in-person. Sehingga Kaufman mengatakan kalau tes ini akan membutuhkan banyak waktu untuk menghilangkan hambatan yang terjadi.

“Metode deteksi saat ini dapat membutuhkan banyak waktu, perjalanan, dan biaya. Teknologi suara memiliki potensi untuk menghilangkan hambatan ini sepenuhnya,” ucap Kaufman.

Para ilmuwan di Klick Applied Sciences di Kanada, bekerja dengan fakultas di Ontario Tech University di Kanada, melatih AI menggunakan sebanyak 267 rekaman suara dari orang-orang yang tinggal di India, dan hasil yang didapatkan yaitu sekitar 72 persen dari peserta (79 wanita dan 113 pria) telah didiagnosis sebagai nondiabetes. Peserta lainnya (18 wanita dan 57 pria) telah didiagnosis menderita diabetes tipe 2.

 BACA JUGA:

Semua peserta merekam frasa sebanyak enam kali per hari selama dua minggu, dan menghasilkan total 18 ribu rekaman, yang mana para ilmuwan kemudian menunjukkan 14 perbedaan akustik antara mereka yang memiliki dan tanpa diabetes tipe 2. Hasil penelitian menemukan bahwa nada dan standar deviasi standar dari nada adalah fitur yang berguna untuk mendiagnosis kondisi pada semua peserta.

(Marieska Harya Virdhani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya