2. Menurunnya Pendapatan
VOC meraih keuntungan melimpah dari praktik monopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia. Namun, tren perdagangan rempah-rempah mulai menurun di abad ke-18. Otomatis itu ikut berdampak ke pendapatan VOC.
Pendapatan yang semakin menurun, dan biaya yang harus dikeluarkan cukup besar menjadikan VOC tidak mampu membayar dividen dari saham-saham yang sudah dibeli rakyat.
VOC lalu berutang kepada negara. Namun karena utang yang dimiliki terus semakin menumpuk hingga akhirnya bangkrut.
3. Anggaran Pegawai yang Terlalu Besar
Anggaran para pegawainya sangat besar demi gaya hidup foya-foya dan feodalisme. Hal ini yang menjadi penyebab krisis keuangan yang dialami VOC.
Ditambah juga para pejabat VOC dikenal kerap meminta hadiah dan upeti, yang terkait dengan mekanisme pergantian jabatan dalam organisasi.
4. Biaya Perang yang Besar
VOC sangat serakah dengan monopoli perdagangan, mengatur politik dalam negeri negeri jajahan. Inilah yang menjadikan muncul perang di mana-mana.
Akibatnya ada banyak wilayah yang melakukan perlawanan. Hingga menyedot keuangan dari VOC.
(Hafid Fuad)