Salah satu data yang sering dikutip, memperkirakan mereka tidur hanya 30 menit per hari. Tapi, itu kemungkinan besar mengacu pada tidur kategori nyenyak. Karena terdapat pula sebuah penelitian pada tahun 1996 yang mematok total durasi Jerapah menutup mata hampir 4,5 jam dalam satu periode 24 jam.
Uniknya memang terdapat kesulitan dalam memantau tidur seekor Jerapah yang diakibatkan pola tidur mereka yang sangat aneh. Mereka melakukan serangkaian tidur siang dengan durasi yang singkat. Bahkan hanya beberapa menit di sepanjang hari.
Hal ini bisa dikaitkan kebiasaan Jerapah di alam aslinya yang sering tidur sambil berdiri. Hal ini kemungkinan merupakan proses adaptasi untuk melindungi dirinya dari serangan pemangsa.
Jamak diketahui bila Jerapah memiliki kaki yang panjang dan tentu akan lambat baginya melakukan transisi dari posisi berbaring lalu berdiri bila mendapat serangan predator.
Sementara kondisi yang jauh berbeda dari Jerapah adalah pola tidur seekor Singa jantan. Karena mereka dapat tidur hampir 20 jam sehari, sementara para betina setidaknya 15 jam sehari.
Hewan Harimau juga tidur dalam waktu yang sama. Keunikan pola tidur pada hewan memang berbeda khususnya jenis karnivora, seperti kucing besar.
Hewan herbivora bisa beristirahat lebih lama daripada golongan herbivora seperti Jerapah dan Gajah yang menghabiskan sebagian besar waktu terjaga mereka untuk mencari makan.
(Hafid Fuad)