JAKARTA - Saat ini pendaftaran di berbagai universitas telah dibuka. Para calon mahasiswa pun sedang mempersiapkan dirinya untuk masuk ke perguruan tinggi favorit mereka.
Sebagai seorang calon mahasiswa tentunya tidak sabar untuk merasakan dunia perkuliahan. Namun ternyata belum banyak mahasiswa baru yang tahu bahwa dunia perkuliahan sangatlah berbeda dengan masa-masa SMA.
Berbagai hal baru dan perubahan yang terjadi di dunia perkuliahan bisa membuat mahasiswa mengalami culture shock atau gegar budaya. Perubahan inilah yang membuat mahasiswa baru disarankan untuk memiliki mental yang kuat untuk menghadapi dunia perkuliahan.
Dalam Special Dialogue yang bertemakan “Persiapkan Diri Bertarung Menuju PTN Idaman”, Koordinator Peminatan Profesi Psikologi Pendidikan Program Studi Psikologi Program Magister Fakultas Psikologi UI, Dr. Eva Septiana, M.Si. Psikolog mengatakan bahwa sistem pembelajaran di kampus menjadi salah satu perubahan besar yang seringkali membuat mahasiswa baru mengalami culture shock.
Sistem pembelajaran di perkuliahan mewajibkan mahasiswanya untuk mandiri. Mahasiswa diharapkan untuk bisa berdiskusi, belajar dan menggali informasi sendiri karena di dunia perkuliahan para dosen tidak akan memberikan buku paket atau lks layaknya semasa SMA.
Hal inilah yang seringkali membuat mahasiswa baru kaget dan tidak siap secara mental untuk masuk ke dunia perkuliahan.
“Sistem pembelajaran di perguruan tinggi, mahasiswa akan dituntut untuk lebih mandiri dalam belajar. Peran dosen disini bukan lagi hanya sebagai pemberi materi namun dosen hanya memberikan materi secara garis besar. Jelas Eva dalam wawancara Special Dialogue.
Dalam dunia perkuliahan mahasiswa perlu belajar dan menguasai secara mandiri tentang materi yang diberikan. Eva juga menyarankan para mahasiswa untuk banyak membaca buku, mencari sumber lain secara mandiri, berdiskusi dengan teman maupun dosen atau belajar kelompok.
(Khafid Mardiyansyah)