Kala itu kebanyakan anggota Freemason datang dari kalangan orang-orang Belanda atau Eropa. Pribumi juga ada yang bergabung dengan gerakan ini, namun hanya dari kalangan atas saja.
Yang membuat Freemason menjadi buah bibir adalah setiap diadakan pertemuan pasti dilakukan di loji-loji pasti dilakukan secara tertutup. Hal inilah yang menyulut desas desus bahwa pertemuan tersebut untuk ritual dan masyarakat awam mulai menjulukinya sebagai Loji Setan.
Padahal, dalam pertemuan tersebut para anggota Freemason akan diberikan wejangan oleh anggota lama tentang falsafah, keadaan politik umum, kemasyarakatan, kesenian, dan lain-lain.
Seiring berjalannya waktu, Gedung Adhuc Stat pun beralih fungsi sebagaimana gedung-gedung bersejarah lainnya di Jakarta. Karena memiliki nilai sejarah yang kental, ada baiknya kita sama-sama menjaga Gedung Bappenas agar tetap lestari.
Demikian Sejarah Gedung Bappenas Dulunya terkenal dengan Legenda Loji Setan dan Jejak Freemason.
(RIN)
(Rani Hardjanti)